BNPB: Korban Meninggal Kebanyakan Akibat Tertimpa Bangunan

515

JAKARTA – Sebagian besar korban meninggal karena gempa bumi di Lombok, NTB, Minggu (5/8/2018) malam, akibat tertimpa bangunan yang roboh. Data sementara menyebutkan, ada 82 orang korban meninggal karena gempa di NTB.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyebut, daerah yang terparah adalah Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur dan Kota Mataram. Ada ratusan korban luka yang harus dirawat di luar fasilitas medis seperti Puskesmas dan rumah sakit. Hal itu dilakukan karena petugas medis takut ada gempat susulan yang bisa merusak bangunan.

Ribuan rumah juga mengalami kerusakan, ribuan warga mengungsi ke tempat yang aman akibat gempa berkekuatan 7,0 SR. Diperkirakan korban terus bertambah, jumlah kerusakan bangunan juga masih dilakukan pendataan.

BMKG menyatakan, gempa 7,0 SR di NTB adalah gempa utama (main shock) dari rangkaian gempa sebelumnya. Artinya kecil kemungkinan akan terjadi gempa susulan dengan kekuatan yang lebih besar. Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi KESDM menyebut, pusat gempa bumi berada di laut.

Sebagian besar daerah tersebut tersusun oleh endapan gunung api berumur tersier hingga kuarter, sedimen dan metamorf tersier sampai pra tersier. Dan sebagian besar endapan tersebut telah tersesarkan dan terlapukkan. Pada endapan yang terlapukkan, diperkirakan goncangan gempa bumi akan lebih kuat karena batuan ini bersifat urai, lepas. Kondisi ikatan bebatuan yang belum kompak, memperkuat efek getaran, sehingga rentan terhadap goncangan gempa bumi.

Kepala BNPB Willem Rampangilei bersama jajaran BNPB telah tiba di Lombok Utara menggunakan pesawat khusus dari Bandara Halim Perdanakusuma, Minggu malam.Tambahan bantuan logistik dan peralatan segera dikirimkan, sedangkan dua helikopter untuk memberikan mendukung penanganan darurat sudah dikirim.

Kegiatan belajar mengajar di sekolah di wilayah Lombok Utara, Lombok Timur, dan Mataram akan diliburkan pada Senin (6/8/2018), karena dikhawatirkan bangunan sekolah membahayakan siswa. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...