BPJS Ketenagakerjaan Madiun Bayar Klaim Jaminan Kematian

1.174
Logo BPJS Ketenagakerjaan - Dok. CDN

MADIUN — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Madiun, Jawa Timur membayar klaim Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris pesertanya dengan jumlah Rp75,571 juta.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madiun, R. Edy Suryono, mengatakan klaim tersebut untuk dua peserta, yakni Handoko Buwono, warga Ngawi yang mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan melalui perusahaan tempatnya bekerja di Perum Perhutani KPH Ngawi.

Selain itu, atas nama Sayuti, warga Dagangan, Kabupaten Madiun yang mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan dari kalangan bukan penerima upah.

“Hari ini sudah kami bayarkan klaim JKM peserta atas nama Sayuti dan Handoko Buwono kepada ahli warisnya masing-masing dengan total Rp75.571.875,” ujar dia usai penyerahan klaim di aula kantor Perum Perhutani KPH Madiun, Rabu (1/8/2018).

Dia menjelaskan jumlah klaim tersebut terinci untuk klaim atas nama peserta Handoko total Rp51.118.480, meliputi klaim JKM sebesar Rp24.000.000, klaim Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar Rp15.118.480, dan beasiswa Rp12.000.000.

Klaim atas nama Sayuti total sebesar Rp24.453.395 dengan rincian JKM sebesar Rp24.000.000 dan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar Rp453.395.

Dengan pembayaran klaim tersebut, pihaknya ingin menegaskan kepada masyarakat, terlebih para pelaku usaha, baik yang penerima upah maupun bukan penerima upah, bahwa penting menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Melalui program-programnya, BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan atas risiko-risiko kecelakaan yang terjadi dalam hubungan dengan pekerjaan.

“Manfaatnya sangat banyak. Kita tidak akan tahu dengan risiko pekerjaan yang kita hadapi. Untuk itu saya mengimbau para pelaku usaha untuk segera mendaftar, baik penerima upah maupun bukan penerima upah untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan kemampuannya,” kata dia.

Contohnya, katanya, peserta atas nama Sayuti di mana almarhum semasa hidupnya anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yang bekerja sebagai petani hutan. Almarhum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dari kalangan bukan penerima upah.

Perwakilan ahli waris dari peserta atas nama Sayuti, Suparno, menyatakan berterima kasih dengan klaim yang telah dibayarkan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madiun.

Pembayaran klaim tersebut, katanya, membantu perekonomian keluarga yang terputus karena meninggalnya tulang punggung keluarga.

“Kami sangat berterima kasih. Klaim ini akan sangat membantu meringankan beban keluarga. Terlebih anak-anak almarhum masih ada yang sekolah,” kata dia.

Ia mengimbau petani tepian hutan yang tergabung dalam LMDH untuk mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan karena program jaminan sosial tersebut bermanfaat.

Data BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madiun, jumlah peserta aktif di wilayah kerja itu yang meliputi daerah eks-Keresidenan Madiun dari pelaku usaha penerima upah mencapai 145.204 tenaga kerja, sedangkan dari bukan penerima upah mencapai 14.383 tenaga kerja. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.