BPOM Diminta Awasi Terus Peredaran Makanan Berbahaya

193
Ilustrasi uji sampel makanan - Dokumentasi CDN

MEDAN – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumatera Utara (Sumut) meminta, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Medan, menertibkan makananan dan minuman yang berbahaya beredar di masyarakat.

“Pengedaran makanan dan minuman yang diduga mengandung bahan kimiawi seperti zat pewarna, yang dapat merusak kesehatan manusia, harus segera dihentikan, serta ditarik dari peredaran,” kata Ketua YLKI Sumut, Abubakar, Sabtu (25/8/2018).

Keberadaan makanan berbahaya menurut Dia, jangan sampai menimbulkan jatuhnya korban jiwa di kalangan konsumen dan masyarakat. Sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi, harus diantisipasi, dengan cara melakukan razia di pasar swalayan dan super market.

Abubakar mengatakan, pengawasan terhadap makanan dan minuman, merupakan tanggung jawab BPOM Medan dan Dinas Perdagangan dan Dinas Kesehatan. Petugas BPOM harus turun langsung ke lapangan, memantau peredaran makanan dan minuman berbahaya. “Jangan setelah adanya ditemukan makanan dan minuman berbahaya yang beredar di masyarakat, baru BPOM melakukan pengecekan,” ucap dia.

Seharusnya ada atau tidak temuan makanan berbahaya, BPOM tetap melakukan penelitian atau sampling test di lapangan. Selain itu, BPOM juga harus mengawasi peredaran obat-obat herbal yang tidak memiliki izin edar dari pemerintah. Obat-obatan tersebut juga berbahaya bagi masyarakat, sebab tidak jelas isi yang terkandung di dalam obat yang dijual secara murah. “Bisa saja, obat herbal yang terdapat dalam kemasan plastik tersebut, tidak sesuai dengan merek atau telah habis masa berlakunya obat yang beredar itu,” pungkasnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...