Budi Laksono, Dokter Relawan Dirikan Rumah Cepat Korban Gempa

Penulis: Makmun Hidayat

LOMBOK UTARA — Siapa yang tidak kenal dokter penggagas Kafe Jamban yang viral di media sosial? Dokter yang satu ini, kini tengah berada di antara para korban gempa Lombok. Hatinya langsung tergerak bila terjadi bencana alam di Nusantara.

Dialah Budi Laksono. Pria yang juga bertitel doktor tersebut punya gagasan besar membangun rumah penampungan sementara (temporary shelter) bagi korban gempa yang rumahnya mengalami kerusakan, bahkan luluh lantak tak berwujud. Menurutnya perlu dipersiapkan rumah yang dapat dibangun dalam waktu relatif cepat dan tahan bencana.

Kepada Cendana News, dokter Puskesmas Teladan Jateng tahun 1996 itu mengungkapkan, saat ini banyak rumah di Lombok rusak dan keluarga kehilangan hunian. Mereka perlu hunian secepatnya, untuk mulai kehidupannya lagi.

“Tangisan anak kecil kedinginan karena rumah keluarga rubuh atau berisiko rubuh, membuat kami harus secepatnya ke Lombok Utara,” tutur Budi.

Dia melanjutkan, tenda memang pilihan, tapi jauh dari kecukupan walau terus diupayakan. Tinggal di tenda lebih 5 hari adalah bukan hal mudah.

“Pemerintah memang janji akan buatkan rumah, tetapi pengalaman kami di Aceh, butuh waktu satu hingga tiga tahun baru bisa wujud,” imbuhnya.

Relawan bencana alam, DR. dr. Budi Laksono, MHSc, memantau proses pembangunan Rumah AB-6 di Lombok Utara – Foto: Ist/Makmun Hidayat

Budi kemudian mencetuskan Gerakan 1000 Rumah AB-6 dengan rentang waktu penyelesaian seminggu.

“Gempa pertama saja 1000-an rumah rusak, gempa kedua lebih banyak lagi. Gerakan membuat rumah cepat ini, dimaksudkan untuk percepat disaster healing. Percepat keluarga mulai kehidupannya. Semoga ini menginspirasi orang lain untuk gerak,” harap Budi.

Lihat juga...