Bulog Sulteng Andalkan Beras Produksi Lokal

1.655
Gudang Bulog, ilustrasi -Dok: CDN
PALU – Bulog Sulawesi Tengah, tetap mengandalkan beras produksi petani lokal untuk memenuhi kebutuhan penyaluran dan juga cadangan beras pemerintah bagi bencana alam di daerah itu.
Kepala Bidang Pengadaan dan OPP Perum Bulog Sulteng, Bahar Haruna, mengatakan, tidak lagi mengharapkan pasokan beras dari luar, termasuk beras impor, karena daerah tersebut termasuk penghasil beras di Pulau Sulawesi, setelah Sulawesi Selatan yang selama ini merupakan sentra terbesar khusus komoditi pangan beras.
Bulog Sulteng sejak 2016 sudah mendiri dalam hal pemenuhan beras untuk stok nasional, dari hasil produksi petani di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Sulteng.
Sejak itu, kata dia, Bulog Sulteng tidak lagi menerima beras dari luar daerah. “Dan sudah menjadi komitmen Bulog Sulteng untuk mandiri dengan hasil produksi petani,” katanya, Rabu (29/8/2018).
Bulog Sulteng kurun tiga tahun terakhir ini tidak lagi menerima pasokan beras dari daerah lain, termasuk beras eks impor.
Menurut dia, dengan produksi petani yang setiap tahunnya mengalami peningkatan cukup mengembirakan, Sulteng tidak perlu lagi mendapatkan topangan beras dari luar.
Justru sebaliknya, Sulteng mampu mengirim beras ke daerah lainnya yang selama ini masih mengalami kekurangan beras.
Bulog Sulteng pada 2018 ini, ditargetkan pusat untuk menyerap beras produksi petani sebanyak 50.000 ton, meningkat dari target sebelumnya hanya 42.160 ton.
Meski realisasi penyerapan baru sekitar 11.000-an ton dari target 50.000 ton, namun Bulog Sulteng tetap menolak untuk menerima beras impor. “Kami tetap optimis target terpenuhi,” ujar Bahar. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...