Bulog Sulteng Harus Bersaing Serap Beras Petani

159
Ilustrasi -Dok: CDN
PALU – Badan Urusan Logistik Sulawesi Tengah, pada semester II musim panen (MP) 2018 akan memacu penyerapan beras dari petani untuk memenuhi target pembelian yang telah ditetapkan Perum Bulog pusat.
Kepala Bulog Sulteng, Khozin, mengatakan, hingga kini pengadaan beras di daerahnya masih sekitar 24 persen dari target yang ditetapkan sebanyak 50.000 ton.
“Kami saat ini baru menyerap sekitar 10.000 ton,” katanya, Miggu (5/8/2018).
Presentasenya masih kecil, sehingga Bulog perlu bekerja lebih keras lagi pada MP semester II, yang sedang berlangsung di sejumlah daerah di Sulteng.
Di beberapa daerah di Sulteng, sekarang ini sedang panen dan pada September 2018 akan ada panen raya lagi, dan Bulog harus bisa memanfaatkan setiap masa panen untuk menyerap beras petani lebih banyak.
Tetapi dalam kenyataannya, Bulog agak sulit bersaing dengan swasta (para pedagang pengumpul), karena harga pembelian mereka jauh di atas harga pembelian pemerintah (HPP).
Bulog membeli berdasarkan HPP yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp8.030/kg. Harga beras pembelian pedagang Rp8.500/kg.
Menurut dia, tidak ada kata menyerah. Apa pun kendala yang dihadapi, Bulog harus menerobosnya membeli beras petani sesuai standar harga pembelian.
Karena itu, kata dia, semua kekuatan Bulog dikerahkan untuk merealisasi target pengadaan beras yang ditetapkan itu.
“Kita bersyukur mendapat dukungan Gubernur Sulteng dan TNI, sehingga Bulog setiap hari bisa menyerap, meski berjalan seret, karena harus bersaing dengan para pedagang pengumpul dari luar Sulteng.
Pedagang yang dari luar Sulteng membeli beras di daerah ini adalah berasal dari Manado dan Gorontalo.
Khozin meminta kepada semua jajajaran Bulog di kabupaten dan kota di Sulteng, untuk lebih gencar lagi membeli beras petani di daerahnya masing-masing.
Di Sulteng, ada enam daerah penghasil beras terbesar, yakni Parigi Moutong, Banggai, Poso, Donggala, Sigi dan Tolitoli.
Gubernur Sulteng telah mengeluarkan instruksi untuk semua bupati dan jajaran Dinas Pertanian di daerah tersebut harus menjual beras sekitar 10 persen dari hasil produksi petani kepada Bulog.
“Dan, ini sudah dilakukan sejak dua tahun terakhir ini”, katanya.
Pada 2017, pengadaan beras di Sulteng melampaui target yang ditetapkan. Target pengadaan ditetapkan hanya 42.160 ton dan realisasi mencapai 43.000 ton.
Meski hingga kini pengadaan masih jauh dari target, Bulog Sulteng tetap optimis bisa tercapai. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...