Bumdes se-Jayawijaya Diminta Membuat Unit Usaha

184
Ilustrasi BUMDes - Foto bumdes.id

JAKARTA – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) se-Kabupaten Jayawijaya, Papua, diminta untuk mencari dan membuat unit usaha, yang tepat untuk dikembangkan di daerah itu. Keberadaan unit usaha tersebut dapat untuk memanfaatkan Alokasi Dana Desa (ADD).

“Namanya BUMDes adalah usaha bersama, yang mana keputusan terpenting ada pada musyawarah kampung. Setelah didirikan, kita memikirkan bagaimana agar bisa berkembang, tidak sekadar berdiri saja. Cari unit usaha yang tepat,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Sekjen Kemendes PDDT), Anwar Sanusi, Sabtu (25/8/2018).

Sebelumnya, pada Jumat (24/8/2018), Anwar menerima kunjungan pemangku kepentingan se-Kabupaten Jayawijaya. Di daerah tersebut, kini telah ada 154 BUMDes yang tersebar di 328 desa. Secara keseluruhan, BUMDes yang baru berdiri sejak 2018 disebutnya, tidak boleh hanya sebagai papan nama.

Meski baru berdiri, Dia mengajak seluruh BUMDes untuk memulai aktivitas usahanya. “Dana desa bisa digunakan untuk pengembangan BUMDes. Tinggal kita pikirkan mau usaha apa. Kami tidak ingin semangat BUMDes yang sudah didirikan, tidak ada kegiatan,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi tidak aktifnya BUMDes, Kemendes PDTT akan memberikan pendampingan, dan pengarahan kepada seluruh BUMDes se-Jayawijaya. “Dalam waktu dekat, pengarahan akan dilakukan melalui forum pelatihan, yang rencananya akan digelar di Balai Latihan Masyarakat Papua. Namanya menarik, yakni akademi desa. Nanti (pelatihan) akan kita jadwalkan,” paparnya.

Anwar menyebut, keseriusan mengembangkan BUMDes, akan membantu mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat kampung di Papua, khususnya Kabupaten Jayawijaya. Terlebih, Kabupaten Jayawijaya memiliki potensi keindahan alam yang luar biasa. “Saya sudah mendengar keelokan dan kecantikan alam Jayawijaya. Jayawijaya adalah tempat seperti secuil tanah surga yang diturunkan di muka bumi. Jadi sangat luar biasa,” tandasnya.

Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kemendes PDTT, Taufik Madjid mengatakan, akan terus mengawal keaktifan BUMDes se-Jayawijaya. Mengenai pemilihan jenis usaha, harus disesuaikan dengan kebutuhan, karakteristik, dan potensi di masing-masing desa. “Tunjukkan prestasi. Mana BUMDes yang prestasinya bagus akan dibantu. Unit usaha tidak perlu terlalu banyak, satu atau dua usaha sudah cukup. Yang penting serius dan sesuai,” tandas Taufik. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...