Cegah Karhutla, Berbagai Unsur di Lamsel Gencarkan Sosialisasi

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

200

LAMPUNG — Mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau di wilayah Lampung Selatan, berbagai unsur, baik dari kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) setempat menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat.

Salah satunya Kepala Satpol PP Damkar Lampung Selatan melalui anggotanya yang turun ke lapangan, Deny Yusuf menyebutkan, pihaknya menilai, beberapa titik di daerah setempat memiliki potensi terjadi Karhutla. Salah satunya di kawasan Register I Way Pisang yang berada di perlintasan jalan alternatif Simpang Tetaan ke Simpang Lima Ketapang.

Deny menyebutkan lahan yang berada di tepi jalan alternatif tersebut kerap terjadi kebakaran. Selain faktor kesengajaan untuk membersihkan lahan, Karhutla juga dipicu akibat kelalaian pengendara yang membuang puntung rokok ke tepi jalan.

“Sebetulnya sudah ada sosialisasi dari sejumlah unsur agar warga mencegah pembakaran lahan, tetapi kebakaran berpotensi terjadi akibat puntung rokok,” terang Deny Yusuf saat ditemui Cendana News tengah berusaha memadamkan api di lahan pertanian jagung Desa Karangsari Kecamatan Ketapang, Rabu (8/8/2018).

Deny Yusuf juga menyebutkan, pihaknya dan berbagai unsur lainnya terus melakukan sosialisasi kepada sejumlah aparat desa hingga petani. Pembakaran berpotensi merembet ke lahan pertanian yang masih produktif hingga ke perkampungan warga. Dampak lain di antaranya menimbulkan asap pekat yang mengganggu lalu lintas.

Hal serupa juga dilakukan oleh Polres Lampung Selatan. Seperti yang diungkapkan Kanit Binmas Polsek Penengahan, Aipda Nurkholis. Pihaknya bahkan memasang spanduk imbauan dan larangan membakar hutan dan lahan di sejumlah titik.

Larangan tersebut mengacu kepada pasal 26 Undang Undang Nomor 18 Tahun 2004 Tentang Perkebunan. Pada pasal 26 tersebut dijelaskan setiap pelaku usaha perkebunan dilarang membuka dan atau mengolah lahan dengan cara pembakaran yang berakibat terjadinya pencemaran dan kerusakan fungsi lingkungan hidup.

karhutla
Aipda Nurkholis (kiri) Kanit Binmas Polsek Penengahan melakukan pemasangan spanduk larangan membakar lahan pertanian di kawasan Register I Way Pisang [Foto: Ist/Henk Widi]
Sejumlah lokasi yang telah dipasang spanduk sosialisasi di antaranya Desa Sripendowo wilayah Register 1 Way Pisang, Desa Bangunrejo Register 2 Pematang Taman, areal Gunung Rajabasa di Desa Way Kalam dan Desa Padan.

“Selain pemasangan spanduk, kita juga sosialisasi langsung ke masyarakat,” sebutnya.

Bahkan Kapolres Lamsel AKBP M.Syarhan juga bekerjasama dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) XIII Gunung Rajabasa-Way Pisang-Batu Serampok. Patroli bersama dengan beberapa unsur dilakukan di sejumlah titik, khusus di wilayah Lampung Selatan dilakukan di sebanyak 25 lokasi yang berada di dekat kawasan hutan.

Berdasarkan data yang diperoleh Cendana News, 25 lokasi yang menjadi target operasi Polres Lamsel tersebar di sejumlah kecamatan dan desa serta kawasan hutan register.

Wilayah yang menjadi perhatian di antaranya hutan kawasan Batu Serampok Register 17 Desa Neglasari dan Desa Tanjung Agung Kecamatan Katibung, Hutan Kawasan Register 32 Dusun Umbul Pabrik Katibung. Selain itu sejumlah wilayah di lingkar Register 3 Gunung Rajabasa dan Hutan Register Way Pisang Desa Penengahan dan Ketapang.

Baca Juga
Lihat juga...