Cegah Masuknya Hewan Kurban Berpenyakit, DIY Perketat Lalu Lintas Ternak

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

142

YOGYAKARTA — Mendekati hari raya Idul Adha, Dinas Pertanian DIY melalui sejumlah Pos Lalu-Lintas Ternak (PLLP) yang ada, mengintensifkan pemeriksaan kondisi kesehatan hewan kurban. Hal itu dilakukan untuk mencegah masuknya hewan berpenyakit dari luar daerah.

Di DIY sendiri terdapat sejumlah PLLP, khususnya di wilayah perbatasan. PLLP Tempel yang berbatasan dengan Magelang, PLLP Temon Kulonprogo dengan Purworejo hingga PLLP Ngemplak dengan Klaten.

Di PLLP Tempel, Sleman, sendiri pengawasan lalu lintas ternak mulai intensif dilakukan sejak beberapa minggu terakhir. Setiap hari para petugas memeriksa kendaraan ternak yang melintas untuk mengecek muatan maupun surat-surat kelengkapan.

“Jadi yang kita periksa selain kondisi ternaknya, juga surat-surat kelengkapan. Antara lain Surat Kesehatan Hewan (SKH) maupun Surat Keterangan Status Reproduksi (SKSR). Surat ini diterbitkan oleh Puskeswan setempat dan harus dibawa para peternak maupun penjual,” kata salah seorang petugas PLLP Tempel, Sangaji, Jumat (10/08/2018).

Seorang petugas PLLP Tempel, Sangaji. Foto: Jatmika H Kusmargana

Sangaji menyebut, sejak beberapa waktu terakhir, memang terjadi peningkatan arus lalu lintas ternak di kawasan Tempel, khususnya Jalan Tempel-Gendol. Mereka umumnya merupakan pedagang maupun peternak dari luar Jogja yang menjual ternaknya ke sejumlah pasar hewan.

“Sehari bisa 30 hewan ternak lebih yang melintas disini. Meningkat 10-20 persen dari hari biasa. ada yang berasal dari Muntilan, Magelang, Wonosobo, Temanggung, Kendal bahkan Semarang. Paling banyak saat pasaran Pahing, karena merupakan hari pasaran Pasar Hewan Ambarketawang Gamping,” katanya.

Sementara itu salah seorang pedagang ternak, Suprino asal Temanggung mengaku biasa menjual ternaknya ke pasar Ambarketawang Gamping, Sleman setiap menjelang Hari Raya Kurban. Ia rela jauh-jauh menjual ternaknya ke Jogja untuk memperoleh harga jual yang lebih tinggi.

“Ya setiap pasaran biasa ke Gamping. Karena disana bisa laku lebih mahal. Apalagi menjelang Hari Raya Kurban seperti saat ini. Nilai jual sapi bisa meningkat antara Rp 1-2 juta,” ungkapnya.

Selain memeriksa kesehatan hewan ternak yang melintas, PLLP secara rutin juga melakukan sosialisasi agar tidak memotong sapi indukan betina produktif yang dimiliki. Hal itu dilakukan untuk menjaga populasi hewan ternak yang ada.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.