Chiropractic atau Dukun Patah Tulang?

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

1.491

JAKARTA — Di beberapa media sosial, viral tentang seorang pria berwarga negara Amerika Serikat yang lumpuh akibat kecelakaan dan bisa sembuh setelah berobat ke ahli chiropractic di Australia.

Chiropractic atau pijat tulang, dalam dunia medis dikenal sebagai perawatan yang dilakukan pada gangguan di sistem otot dan tulang belakang serta sistem saraf. Termasuk juga mengobati rasa sakit dan cacat yang disebabkan karena gangguan tersebut.

Yang menjadi metodenya adalah perlakuan dan penyesuaian rangka tubuh serta struktur pendukung yang mampu mengatasi gangguan dan mendukung penyembuhannya. Unsur utamanya adalah tulang belakang dengan melibatkan sendi, otot dan susunan saraf yang terhubung.

Biasanya pasien akan mendatangi chiropractor, sebutan bagi ahli pijat tulang ini, saat mereka merasakan sakit pada punggung, leher, radang sandi, sakit kepala dan cedera lecutan yang mungkin muncul akibat dari kegiatan sehari-hari maupun cedera.

Biasanya, pengobatan pijat tulang ini akan diikuti dengan terapi fisik, latihan rutin dan perubahan gaya hidup dari pasien tersebut.

Di Indonesia sendiri, walaupun tidak terlalu populer seperti di luar negeri, dari tahun 2000 sebenarnya sudah mulai dikenal. Tapi baru pada 2009 ada pendidikan khusus untuk chiropractic dan statusnya masuk ke dalam pengobatan tradisional.

Walaupun untuk mendapatkan sertifikat chiropractor, harus lulus ilmu kedokteran. Yang memastikan bahwa setiap chiropractor memiliki dasar ilmu medis.

Chiropractic
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta Pusat dr. Kemas Abdurrohim, MARS, M.Kes, Sp.Ak. Foto: Ist

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta Pusat, dr. Kemas Abdurrohim, MARS, M.Kes, Sp.Ak menyatakan, walaupun chiropractic saat ini sudah memiliki perkumpulannya tapi belum masuk ke IDI.

“Belum masuk ke IDI ini bukan karena chiropractic tidak baik tapi karena memang belum ada dari pihak perkumpulan chiropractor yang mensosialisasikan kepada kami. Sehingga belum ada info terkait bagaimana perkembangannya,” kata dr. Rohim saat dihubungi, Rabu (1/8).

Chiropractic atau Dukun Patah Tulang?

Faktanya, keberadaan Chiropractor di Indonesia saat ini masih kalah tenar dengan dukun patah tulang. Jasa dukun patah tulang ini, sudah sangat mengakar dalam masyarakat Indonesia. Salah satu yang paling terkenal yaitu Urut Cimande.

Pengurutan Cimande ini diyakini mampu mengobati cedera pada tulang maupun otot yang diakibatkan oleh kecelakaan. Misalnya patah tulang, retak, keseleo ataupun tulang geser.

Tasha, seorang karyawan swasta, menceritakan bahwa dirinya pernah merasakan pengobatan dukun patah.

“Saya sudah merasakan sendiri, keajaiban sentuhan dukun patah tulang pada tahun 2001. Saat itu, ruas tulang punggung ke-5 dan ke-6 mengalami patah akibat kecelakaan motor dan engsel lengan kiri saya lepas. Petugas medis di salah satu rumah sakit terkemuka di Jakarta Timur, sudah memvonis operasi yang memiliki peluang hanya 50 persen untuk kesembuhan saya,” kata Tasha.

Salah satu tetangganya, mengusulkan kepada keluarga untuk membawa Tasha ke Haji Naim di bilangan Fatmawati, Jakarta Selatan setelah ia sama sekali tidak mampu bergerak selama dua minggu.

“Jangan tanya deh rasa sakitnya waktu pengobatan itu berlangsung. Tapi dalam waktu lima hari saya sudah bisa duduk. Dalam waktu dua minggu sudah bisa berjalan normal. Walaupun masih tidak bisa terlalu lama,” ujarnya.

Haji Hasan, anak dari Haji Naim, yang saat ini mengelola pengobatan urut patah tulang menyatakan bapaknya mendapatkan ilmu pengobatan ini juga dari Cimande.

“Pengobatan ini bukan hanya sekedar memijat atau menekan titik yang sakit saja. Tapi juga harus diikuti dengan tindakan spiritual. Misalnya puasa dan tirakat bagi pemijatnya. Jadi tidak sembarangan. Juga yang kita gunakan bukan minyak biasa juga,” kata Haji Hasan saat ditemui.

Sementara itu, terkait pengobatan patah tulang ini, dr. Rohim menyatakan tidak masalah jika masyarakat ingin berobat ke patah tulang tapi harus datang juga ke ahli medis.

“Kalau ke patah tulang itu biasanya untuk patah di kaki atau tangan. Berkaitan dengan tulang punggung yang memiliki konektivitas dengan berbagai saraf, sebaiknya ke ahli medis. Dan kalaupun ke patah tulang, ya harus ke medis juga. Rontgen untuk memastikan hasil urutnya sudah benar,” tutup dr. Rohim.

Baca Juga
Lihat juga...