hut

Cuaca Membaik, Untungkan Pencari Gurita di Bali Selatan

Editor: Satmoko Budi Santoso

BADUNG – Para pencari gurita di Kampung Nelayan Kedonganan, Desa Kelan, Kecamatan Kutai, Badung, tampak sumringah. Hal ini disebabkan oleh membaiknya cuaca yang terjadi di perairan Bali selatan pascaditerjang gelombang tinggi selama hampir sebulan.

Masui, salah seorang nelayan pencari Gurita di Pantai Kedonganan menjelaskan, membaiknya cuaca ini sudah terjadi sejak dua hari belakangan. Hal tersebut berpengaruh terhadap proses pencarian gurita. Masui mencari gurita dengan menggunakan perahu kecil dengan mesin kecil. Biasanya, ia mencari gurita dari pagi hingga sore hari.

“Cuacanya bagus, Mas,” ucap Masui, saat ditemui, Senin (13/8/2018).

Masui, salah seorang nelayan pencari gurita di Pantai Kedonganan dengan hasil tangkapannya.-Foto: Sultan Anshori.

Ia menambahkan, gurita yang ditangkap menggunakan teknik mancing. Artinya, gurita cukup dikail dengan pancing menggunakan umpan kepiting kecil. Dalam cuaca yang bagus seperti saat ini, dirinya bisa mendapatkan hasil tangkapan hingga mencapai 50 kg. Jenis gurita yang ia cari adalah gurita jenis batu yang didapatkan di sepanjang Pantai Jimbaran.

“Biasanya, Bulan Agustus hingga akhir tahun paling bagus untuk mencari gurita, Mas. Karena pada bulan itu, gurita akan bermigrasi ke Pantai Jimbaran,” imbuh lelaki asal Pulau Raas Madura, ini.

Gurita yang ia dapat, langsung dijual ke tengkulak yang berada di Pasar Ikan Kedonganan. Untuk harga gurita per kilo, dihargai mulai dari Rp50.000 hingga Rp60.000.

Ia berharap, ke depan cuaca di laut Bali selatan terus membaik, agar ia bisa terus mencari gurita.

“Saya harapkan cuacanya seperti ini, Mas. Tidak berubah lagi seperti sebulan terakhir kemarin. Dengan gelombang laut yang tinggi,” katanya lagi.

Gurita memiliki banyak sekali manfaat untuk manusia. Bahkan di Jepang, daging gurita disantap selagi masih hidup. Salah satu khasiatnya adalah meningkatkan daya tahan tubuh, aman untuk penderita kolesterol.

Selain itu juga dapat sebagai sea food yang aman untuk para pasien diet, menguatkan tulang, sebagian obat antikanker dan sebagai suplemen untuk kebutuhan otak manusia.

Di Bali sendiri, banyak restoran dan hotel menjual hewan laut yang masih satu saudara dengan cumi-cumi. Hampir semua wisatawan menyukai gurita. Ayu Afria Ulita Ermalia, misalnya. Wisatawan asal Kediri Jawa Timur ini mengaku, sering mengkonsumsi gurita karena bagus untuk kesehatan.

Bahkan jika berlibur ke Bali, ia sering membeli gurita ke Pantai Kedonganan untuk membeli secara langsung kepada nelayan.

“Selain murah, gurita yang saya beli sekarang ini kan masih segar karena baru saja ditangkap, Mas,” tutur Ayu.

Gurita yang ia beli langsung dari para nelayan, ia bawa ke restoran kecil yang berada tepat di pinggir Pantai Kedonganan untuk kemudian dimasak.

“Biasanya saya suka dibikin gurita asam manis,” pangkas wanita yang masih single ini.

Gurita atau octopus adalah hewan moluska dari kelas cephalopoda (kaki hewan terletak di kepala). Hewan ini biasanya ditemukan di hampir seluruh perairan di dunia, termasuk Indonesia. Terumbu karang merupakan tempat favorit hewan tersebut.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!