Darmin Optimis BBM B20 Tingkatkan Neraca Perdagangan Indonesia

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

141
Menkoperekonomian Darmin Nasution. Foto: Eko Sulestyono

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menkoperekonomian), Darmin Nasution mengaku optimis, rencana penerapan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) alternatif Biodiesel 20 persen (B20) dapat meningkatkan neraca perdagangan Indonesia.

“Kita percaya dan optimis penerapan BBM jenis B20 tersebut akan membuat neraca perdagangan menjadi surplus,” sebutnya di Jakarta, Kamis (2/8/2018).

Darmin menyatakan, B20 nantinya akan dibedakan menjadi dua bagian, yang mendapatkan insentif atau subsidi dari Pemerintah berupa Public Service Obligation (PSO) dan yang tanpa subsidi.

Ia menilai, B20 menjadi salah satu solusi mengatasi permasalahan yang tengah dihadapi pemerintah, di antaranya neraca perdagangan yang masih mengalami defisit.

“Defisit disebabkan masih tingginya volume nilai impor jika dibandingkan nilai ekspor Indonesia hingga Juli 2018,” terangnya.

Menurut Darmin, defisit neraca perdagangan Indonesia hingga Semester I 2018 terjadi di sektor minyak dan gas (migas) yaitu minus 5,4 miliar Dolar Amerika (USD). Sementara itu dari sektor non migas mengalami peningkatan atau surplus

“Namun nilainya lebih kecil yaitu sebesar 4,4 miliar USD. Jika keduanya dijumlahkan maka neraca perdagangan masih mengalami defisit,” tambahnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.