Dilepas KPK, MA Pulihkan Nama Baik Pimpinan PN Medan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

193

JAKARTA — Setelah dilepaskan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena tidak terbukti terlibat dalam operasi tangkap tangan (OTT) kasus dugaan korupsi. Akhirnya, Mahkamah Agung (MA) memulihkan (rehabilitasi) nama baik Ketua Pengadilan Negeri Medan, Marsuddin Nainggolan dan Wakil Ketua, Wahyu Prasetyo Nugroho di masyarakat.

“Karena tidak terbukti bersalah, Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Medan kita rehabilitasi nama baiknya di masyarakat,” kata juru bicara MA, Suhadi saat konferensi pers di Gedung MA Jakarta, Kamis (30/8/2018).

Suhadi menyebutkan, MA juga akan memperbaiki nama baik hakim PN Medan, Sontan Merauke Sinaga dan panitera pengganti PN Medan Oloan Sirait. Sebab, kata Suhadi, keduanya tidak terbukti bersalah dan sudah dilepaskan oleh KPK.

“Kedua orang tersebut juga dilepaskan oleh KPK karena tidak terbukti bersalah. Internal MA yang akan melakukan rehabilitasi terhadap keduanya,” ujarnya.

Lebih jauh Suhadi mengatakan, untuk hakim ad hoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada PN Medan, Merry Purba dan panitera pengganti PN Medan, Helpandi yang ditetapkan sebagai tersangka telah diberhentikan sementara waktu dari tugasnya untuk fokus pada kasus tersebut.

“Sambil menunggu proses hukumnya, apalah terbukti bersalah atau tidak di pengadilan,” sebutnya.

KPK sendiri telah menetapkan empat orang tersangka dari kasus dugaan suap tekait penanganan perkara korupsi di PN Medan. Yakni hakim ad hoc Pengadilan Tipikor pada PN Medan Merry Purba, panitera pengganti PN Medan Helpandi, Direktur PT Erni Putra Terari Tamin Sukardi, dan Hadi Setiawan selaku orang kepercayaan

KPK menduga, Merry menerima suap sebesar SGD 280 ribu dari Tamin selaku terdakwa korupsi penjualan tanah yang masih berstatus aset negara. Uang tersebut diberikan kepada Merry untuk mempengaruhi putusan majelis hakim pada perkara yang menjerat Tamin.

Merry adalah salah satu anggota majelis hakim yang menangani perkara Tasmin. Sementara ketua majelis hakim perkara Tasmin adalah Wakil Ketua PN Medan Wahyu Prasetyo Wibowo. Dalam putusan yang dibacakan pada Senin (27/8/2018), Mery menyatakan dissenting opinion atau berbeda pendapat dari hakim lainnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.