Dinkes Karanganyar Minta Pansimas Rutin Uji Laboratorium

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

923
Kepala Dinkes Karanganyar Cucuk Heru Kusumo. Foto: Harun Alrosid

SOLO — Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar, Solo, Jawa Tengah meminta pengelola Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) rutin melakukan uji laboratorium. Saran ini ditekankan mensinyalir adanya pencemaran air yang diakibatkan pembuangan limbah pabrik.

“Kami fokus kepada dampak yang akan ditimbulkan, terutama untuk manusianya. Ada laporan warga yang menyebutkan pencemaran air disekitar pabrik yang sudah di atas ambang batas. Namun hal itu domainnya LH (Lingkungan Hidup), kita tidak sampai kesana,” ucap Kepala Dinkes Karanganyar Cucuk Heru Kusumo saat ditemui Cendana News, Jumat (3/8/2018).

Masih dari informasi warga, kondisi air yang tercemar ini berada di wilayah Karanganyar bagian barat yang meliputi Kecamatan Jaten, Tasikmadu, dan Kebakkramat.

Informasi yang menyebutkan ada kandungan zat berbahayanya tinggi. Pihaknya menyarankan agar masyarakat lebih ekstra hati-hati dalam mengkonsumsi air.

“Kalau bisa sesering mungkin dicek laboratorium. Karena air yang di dalamnya terdapat kandungan zat berbahaya dapat memicu sakit di organ dalam manusia,” urai Cucuk.

Sementara untuk pelanggan PDAM, menurutnya masih cukup aman karena rutin melakukan cek laboratorium air.

Cucuk menjelaskan, konsumsi air yang tercemar zat berbahaya ini akan beresiko dalam hal kesehatan. Hanya saja, resiko penyakit dampaknya dalam jangka panjang.

“Ini dampaknya jangka panjang sehingga masyarakat banyak yang tak sadar hal itu. Kita harus kerja bareng dengan instansi terkait, misalnya LH dengan sosialisasi ke pabrik-pabrik untuk hal pembuangan limbahnya. Dinas Pertanian, bagaimana dampak limbah yang digunakan untuk pengairan. Tentu ini sebenanya permasalahan yang kompleks, maka perlu kerja bareng,” tandasnya.

Bakteri maupun zat berbaya yang masuk kedalam tubuh akan menyerang berbagai organ dalam, terutama ginjal. Bakteri E. coli misalnya, yang kerap terdapat pada air yang tercemar, orang yang banyak mengkonsumsinya sangat rawan terserang penyakit di bagian ginjal.

“Oleh karena itu, Dinkes meminta untuk semua kalangan, baik masyarakat, pengelola Pansimas maupun pihak-pihak yang terkait untuk memperhatikan kesehatan air yang akan dikonsumsi,” tambahnya.

Tidak kalah penting, sebutnya, cara memasak juga harus diperhatikan.

“Selain ginjal, dampak yang sangat sering dirasakan pada wanita adalah anemia dan dapat mengganggu kesehatan ibu dan anak,” pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.