Diperiksa KPK, Setnov Mengaku tak Tahu Soal Proyek PLTU

Editor: Koko Triarko

1.907
JAKARTA – Setya Novanto (Setnov) yang telah divonis bersalah dalam kasus korupsi pengadaan KTP-El, kembali diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sebagai saksi dugaan suap atau gratifikasi dalam proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau 1 di Provinsi Riau.
Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, mengatakan, Setnov menjalani pemeriksaan selama empat jam di Gedung KPK Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan, karena diduga mengetahui seputar proyek pembangunan pembangkit listrik tersebut.
Sementara itu usai pemeriksaan, kepada awak media, Setya Novanto menegaskan, jika dirinya tidak mengetahui terkait proyek tersebut, dan mengaku tidak terlibat dalam kasus suap pembangunan PLTU Riau-1.
Setnov juga membantah telah bekerja sama dengan tersangka Idrus Marham, gar Komisi VII DPR RI memuluskan atau menyetujui penandatanganan proyek tersebut, yang merupakan bagian dari proyek pembangkit listrik 35.000 Mega Watt (MW).
“Saya sama sekali tidak mengetahui dan tidak pernah terlibat dalam masalah tersebut, saya tidak pernah memerintahkan Idrus Marham untuk mengatur proyek tersebut”, jelasnya, di Gedung KPK Jakarta, Senin (27/8/2018).
Dugaan korupsi proyek pembangunan PLTU terungkap saat KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) pada 13 Juli 2018, dan mengamankan Eni Maulani Saragih,  mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI. Saat itu, tersangka EMS sedang berada di Rumah Dinas (Rumdin) Menteri Sosial (Mensos), Idrus Marham, yang kini telah mengundurkan diri.
Lihat juga...