Disdikbud Balikpapan Ajak Siswa Membaca Sebelum Mulai Belajar

Editor: Mahadeva WS

1.172
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan, Muhaimin – Foto Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Sebagai upaya meningkatkan minat baca dan literasi buku di sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, mengajak para siswa untuk mengawali belajar mengajar dengan membaca. Kebijakan tersebut dituangkan dalam surat edaran yang dikirimkan kepada sekolah-sekolah, mulai dari tingkat TK, SD hingga SMP.

Siswa diajak membaca selama 15 menit sebelum belajar mengajar dimulai. Ajakan membaca selama 15 menit tersebut menjadi implementasi dari Perpres No.87/2017 Tentang Pendidikan Karakter. Dengan ajakan tersebut, siswa bisa menjadi lebih gemar membaca.

“Surat edaran dikeluarkan tertanggal 22 juni 2018. Ditujukan kepada kepala sekolah TK, SD, SMP sederajat. Yang pertama sebagai bentuk implementasi dari Perpres 87 tahun 2017 mengenai pendidikan karakter. Kita mengharapkan seluruh guru di kelas agar 15 menit sebelum kegiatan belajar dimulai, anak-anak diminta membaca buku. Silahkan buku fiksi maupun buku pelajaran,” jelas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Balikpapan, Kamis (2/8/2018).

Setelah membaca, siswa diminta menceritakan kembali isi dari buku yang dibaca kepada guru dan siswa di kelasnya. “Jadi dalam 15 menit itu, pertama membaca kitab suci kemudian membaca buku. Dengan begitu kita harapkan anak-anak yang tidak terbiasa membaca dan tidak suka membaca bisa termotivasi,” tambah Muhaimin.

Tidak hanya agar siswa termotivasi untuk menyukai buku, para guru penggiat literasi juga mengajarkan anak-anak untuk menulis. Dari program literasi, terdapat 30 guru di Balikpapan yang sudah menulis buku.  “Nanti setiap sekolah punya buku yang ditulis 30 guru tersebut. Selain sebagai tambahan literasi, buku di sekolah juga membantu transfer ilmu dari guru yang menulis sekaligus mengapresiasi penulis buku,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...