Dishub DKI Kandangkan Metromini Langgar Aturan

Editor: Koko Triarko

1.768
Kepala Dinas Perhubungan, Andri Yansyah, -Foto: Lina Fitra
JAKARTA – Kepala Dinas Perhubungan, Andri Yansyah, mengatakan, selama Asian Games 2018 berlangsung, ada saja Metromini yang dikandangkan oleh pihaknya.
“Sehari kemarin, derek tidak ada, cuma yang stop operasi, kandangin pas operasi, itu empat,” ujar Andri, di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (28/8/2018).
Menurut Andri, rata-rata kendaraan yang dikandangkan ini karena telah melakukan pelanggaran berat. Misalnya, tidak memiliki kartu pengawas (KP), maupun belum melakukan uji KIR terhadap kendaraannya.
Untuk empat kendaraan tersebut bisa dikeluarkan kembali, Andri menilai butuh pertimbangan tertentu. Salah satunya, penyebab dari dikandangkannya Metromini atau kopaja tersebut. “Kesalahannya apa, kalau kesalahannya dia tidak KIR dia harus KIR dulu,” kata Andri.
Sementara itu, bagi Metromini atau Kopaja yang ‘bandel’ dan tetap melintas kawasan venue Asian Games pada jam yang dilarang, akan dikenakan sanksi. “Ditilang, tapi kalau ditilang, dicek tidak ada KIR-nya, ya tetap masuknya pelanggaran,” tambahnya.
Metromini dan atau Kopaja hanya boleh melintas pada pukul 06.00-09.00 WIB dan pukul 16.00-19.00 WIB.
“Bukan tidak boleh lewat. Boleh lewat, tapi jamnya jam 09.00 WIB ke bawah. Tapi nanti, saya cek. Jam 09.00 WIB ke atas tidak boleh. Nanti boleh lagi jam 16.00 WIB sampai jam 19.00 WIB,” jelasnya.
Selain dari waktu itu, kendaraan tersebut dilarang melintas. Ada pun trayek yang terdampak oleh kebijakan tersebut, yakni Metromini S640 Pasar Minggu-Tanah Abang, Metromini P15 Senen-Setia Budi, dan Kopaja P19 Tanah Abang-Ragunan. Namun masih ada sejumlah Kopaja yang mangkal di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di samping pintu masuk Stasiun Sudirman.
Alasan mereka masih nekat beroperasi pada waktu yang dilarang, lantaran didesak kebutuhan ekonomi. Para sopir bus dan kondektur, tidak memiliki pekerjaan lain. Lalu dia, juga berencana akan mengajak kepada pemilik MetroMini yang ngebul untuk bergabung dengan TransJakarta. Selain itu, dia juga menunggu arahan dari Gubernur DKI, Anies Baswedan.
“Kita mengajak mereka bergabung dengan TransJakarta, yang kedua sesuai dengan fungsi dinas perhubungan, kita kan regulator, nanti kita akan menetapkan terkait masalah spek dari kendaraan yang akan dipergunakan. Jadi, prinsipnya sesuai arahan Pak Gubernur kita tetap harus melibatkan operator excisting,” jelasnya.
Baca Juga
Lihat juga...