DKK Balikpapan Sebut Kasus Gizi Buruk Disebabkan Pola Asuh

Editor: Satmoko Budi Santoso

219
Kabid Binkesmas Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty. Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Dinas Kesehatan menyatakan, kasus gizi buruk yang terjadi di Kota Balikpapan mayoritas terjadi karena pola asuh ataupun penyakit lainnya yang perlu pengobatan dan bukan disebabkan persoalan kemiskinan.

Hingga pertengahan Agustus 2018 ini, angka penderita gizi buruk di Balikpapan telah mencapai 8 kasus. Sedangkan tahun 2017 terdapat 11 kasus dan 2016 mencapai 10 kasus. Kasus gizi buruk tersebut tersebar di beberapa kelurahan yang ada di Balikpapan.

“Gizi buruk di Balikpapan ini kebanyakan bukan karena persoalan kemiskinan tapi karena pola asuh. Contoh kasus di Kelurahan Teritip, ibu bayi tidak memberikan ASI Eksklusif,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Dr. Sri Juliarty, Jumat (24/8/2018).

Menurutnya, kasus gizi sendiri bermacam-macam dari gizi buruk, stunting bahkan obesitas yang juga merupakan masalah gizi. Kenyataan di lapangan memang masih ada ditemukan kasus gizi buruk.

“Semuanya kami tangani secara adil dan merata, tapi sampai pertengahan tahun 2018 kasus gizi buruk yang ada saat ini ada 8 kasus. Itu kami tangani semua sesuai standar penanganannya,” ucapnya.

Sri Juliarty menyebutkan, kasus gizi buruk ini tersebar di seluruh kecamatan di beberapa Kelurahan, di antaranya di Kelurahan Sepinggan dan Kelurahan Gunung Sari Ilir. Kasus yang ditemukan itu dengan melihat pada berat badan dan usia serta rapor kesehatanku yang ada di sekolah.

“Kami berpedoman pada berat badan dan usia, kemudian untuk menjaring kasus gizi di sekolah sudah ada Rapor Kesehatanku. Selanjutnya kami lakukan pencegahan dan turun ke lapangan bersama-sama dengan masyarakat,” terang Sri Juliarty.

Adapun bentuk pencegahannya Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA). Pada setiap Puskesmas sudah ada tim penanggulangan gizi buruk yang di dalamnya ada istri lurah dan kader Posyandu.

“Sepanjang tahun kasus ini rata-rata dialami oleh balita. Gizi buruk pada dasarnya disebabkan oleh pola asuh. Selain itu juga bisa disebabkan oleh penyakit komplikasi atau penyakit penyertanya,” imbuhnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.