Dugaan Pencemaran Sungai di Inhu Harus Disikapi Serius

1.497
Ilustrasi -Dok: CDN
RENGAT – Justin Panjaitan, salah satu Pemerhati Hukum di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, meminta instansi terkait menyikapi secara serius laporan masyarakat terkait adanya limbah yang mencemari sungai, yang diduga berasal dari Pabrik Kepala Sawit (PKS) PT KAS di daerah setempat.
“Saya meminta aparat penegak hukum ikut bertindak, karena selama ini terkesan masalah limbah didiamkan,” kata Pemerhati dan Praktisi Hukum, Justin Panjaitan, SH., di Rengat, Sabtu (11/8/2018).
Ia mengatakan, sebagai penegak hukum tidak boleh tinggal diam jika ada temuan, laporan dari siapa saja terkait adanya dugaan limbah PKS yang mencemari lingkungan maupun berbahaya bagi kehidupan makhluk, pihak perusahaan harus diberikan sanksi tegas.
“Atas kelalaian pihak perusahaan, berdampak kepada lingkungan hidup, ini dapat dikatakan pelanggaran hukum, tentu harus diproses secara tepat, pihak Kepolisian diminta segera bertindak, dalam waktu dekat akan melaporkan ke Polda Riau”, katanya.
Kepala Balai Lingkungan Hidup (BLH) Indragiri Hulu, Selamat, mengatakan, hingga saat ini sampel limbah dari PT KAS masih diuji di lobaratorium Pekanbaru, pihaknya masih menunggu hasilnya.
“Kita tunggu hasil laboratorium, jika limbah berbahaya akan disikapi sesuai aturan yang ada,” ujarnya.
BLH tidak akan tebang pilih dan bahkan memberikan sanksi tegas kepada pihak perusahaan, jika hasil uji nantinya menyatakan limbah tersebut berbahaya bagi lingkungan maupun makhluk hidup.
Terungkapnya peristiwa, saat warga di sekitar Sungai Mentihau Desa Puntianai, Indragiri Hulu (Inhu) mendapati ikan yang ada di sungai tersebut banyak yang mati, diduga kuat telah terjadi pencemaran lingkungan oleh pihak perusahaan yang ada di daerah tersebut.
Salah satu warga Indragiri Hulu, Prastiya, menyebutkan, jika ada PKS yang berulah kurang peduli lingkungan, sebaiknya penegak hukum menyikapi dengan cepat, pihak DLH Inhu untuk terus memantau perkembangannya di lapangan.
“Ini tidak bisa ditoleransi, karena bisa berdampak kepada kerusakan lingkungan,” tegasnya.
Menurutnya, jika pihak DLH Inhu masih kekurangan alat bukti, timnya akan turun ke lapangan untuk membantu.
Namun demikian, terkait berita mengenai PKS PT AS disinyalir telah membuang limbah ke sungai hingga terjadi banyak ikan mati, pihak manajemen perusahaan belum dapat dikonfirmasi. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...