Elpiji Bersubsidi Langka dan Mahal di Lamsel

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

163

LAMPUNG — Keluhan masyarakat terutama para ibu rumah tangga di Kabupaten Lampung Selatan terkait mahal dan langkanya gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram langsung ditindaklanjuti oleh instansi terkait dengan menggelar operasi pasar (OP).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lampung Selatan, Qori Nilwan menyebutkan, pelaksanaan OP digelar di sebanyak 18 titik di Lampung Selatan.

“Sebelumnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan juga telah menggelar operasi pasar di Kalianda, Way Panji pada empat titik namun belum berpengaruh pada kelangkaan gas,” terang Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lampung Selatan, Qori Nilwan kepada Cendana News di pasar Belambangan, Senin (27/8/2018).

OP tersebut telah dilakukan sebelum hari raya Idul Adha 1439 Hijriyah namun belum berdampak pada penurunan harga di tingkat pengecer. Upaya lanjutan, kegiatan tersebut kembali digelar selama empat hari di tujuh kecamatan di Lamsel, Tepatnya mulai Senin (27/8) hingga Kamis (30/8).

“Pada pelaksanaan hari pertama, OP digelar di Kecamatan Penengahan, Palas, Bakauheni. Agen setempat dilibatkan dalam operasi pasar gas tersebut,” terangnya.

Qori Nilwan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
Harga tabung gas elpiji ukuran 3 Kg yang dijual ke masyarakat disebut lebih murah dibandingkan harga di pengecer. Meski demikian mengantisipasi pembelian dalam jumlah banyak warga yang akan membeli diwajibkan membawa Kartu Keluarga (KK).

Selain itu sistem zonasi juga dilakukan untuk pelaksanaan OP dengan satu kali pelaksanaan menyasar tiga hingga empat desa dan satu keluarga hanya diperbolehkan membeli satu tabung gas elpiji ukuran 3 Kg.

Johani, pemilik agen elpiji bersubsidi ukuran 3 Kg dari PT Alam Hijau Asri menyebut kuota penjualan ke masyarakat hanya 560 tabung. Tekhnis pembelian disebutnya dilakukan oleh aparat desa sehingga warga yang membawa tabung bisa terpantau.

Johani menyebutkan, dengan harga yang sudah diumumkan kepada masyarakat sebesar Rp17.000 per tabung sudah sangat membantu. Meski demikian, pembeli harus tetap diawasi agar tidak membeli dalam jumlah banyak dan dijual kembali di warung.

Marsiah (50) warga Desa Rawi Kecamatan Penengahan mengaku sudah selama tiga bulan terakhir sulit memperoleh gas elpiji ukuran 3 Kg. Di desanya, ada puluhan warung pengecer yang mendapat pasokan dari pangkalan.

“Di pengecer dalam beberapa pekan terakhir harga gas dijual beragam mulai dari harga Rp25.000 bahkan beberapa di antaranya mencapai Rp30.000 per tabung,” sebutnya.

Ia berharap dengan kenaikan dan kelangkaan harga gas elpiji ukuran 3 Kg pihak terkait bisa mengambil langkah. Pasalnya dampak sangat terasa dialami oleh para ibu rumah tangga.

“Pelaksanaan OP masih belum cukup efektif karena warga hanya dibatasi satu tabung saat membeli untuk kebutuhan dua pekan,” tambahnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.