Erupsi GAK, ASDP Pastikan Penyeberangan Bakauheni-Merak Normal

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

497

LAMPUNG — Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda yang menimbulkan material abu vulkanik mulai berjatuhan di wilayah Lampung Selatan. Sejumlah warga di wilayah Kalianda, Way Muli bahkan sempat merasakan hujan abu dengan intensitas kecil saat arah angin menuju ke wilayah timur. 

General Manager PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) cabang Bakauheni, Anton Murdianto menyebutkan, erupsi GAK tidak mempengaruhi aktivitas penyeberangan.

Jumlah kapal yang dioperasikan bahkan masih tetap, sekitar 27 hingga 29 kapal roll on roll off (Roro) perhari. Sebanyak enam dermaga juga tetap dioperasikan seperti biasa.

“Pelayaran masih tetap berjalan dengan normal tidak ada pengaruh signifikan terhadap kapal kapal yang beroperasi bahkan kondisi cuaca juga cukup mendukung,” terang Anton Murdianto saat dikonfirmasi Cendana News di Bakauheni, Selasa (7/8/2018).

Aktivitas pelayaran tersebut diakuinya cukup normal termasuk rencana untuk penyambutan api obor Asian Games XVIII yang akan melintas melalui pelabuhan Bakauheni.

Gunung Anak Krakatau
Anton Murdianto, General Manager PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) cabang Bakauheni [Foto: Henk Widi]
Terkait kondisi aktifitas GAK di Selat Sunda, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Lampung, Sugiyono memastikan pergerakan material vulkanik berupa debu selalu diinformasikan kepada pihak terkait.

“Dalam beberapa hari terakhir debu vulkanik disebutnya tidak mengarah ke Selat Sunda sehingga dipastikan tidak mengganggu pelayaran,” sebutnya.

BMKG Maritim Lampung mencatat dalam beberapa hari terakhir kecepatan angin di perairan Selat Sunda berkisar 15 hingga 30 knots. Sementara gelombang laut di Selat Sunda bisa mencapai 2,5 meter.

“Kondisi tinggi gelombang seperti itu termasuk level waspada namun belum berpengaruh bagi pelayaran di Selat Sunda,“ terang Sugiyono.

Sebagai upaya untuk memberikan informasi terkini kondisi cuaca di perairan Selat Sunda, Sugiyono menyebutkan, pihaknya segera memasang alat pemantau gelombang dan arus di Selat Sunda.

Pemasangan alat tersebut dipastikan bisa dioperasikan pada akhir tahun ini dan dipasang di alur masuk pelabuhan Bakauheni dengan kedalaman sekitar 10 meter. Alat tersebut akan mencatat pergerakan arus dan ketinggian gelombang dan bisa digunakan oleh PT ASDP dan stakeholder terkait.

Selama ini BMKG Maritim Lampung telah mamasang satu layar monitor informasi prakiraan cuaca di lobi pembelian tiket dan akan ditambah. Layar tersebut selain berisi informasi kondisi cuaca di beberapa wilayah di Indonesia juga wilayah perairan Lampung termasuk informasi kegempaan.

BMKG Maritim juga memberikan informasi terbaru terhadap perkembangan cuaca di perairan Lampung. Pada beberapa hari ke depan angin kencang dan gelombang berpotensi terjadi di wilayah Pesisir Barat Lampung, Samudera Hindia, Selat Sunda.

Baca Juga
Lihat juga...