Festival Budaya Tua Buton, Dorong Perputaran Ekonomi Masyarakat

182

BAUBAU — Pesona Festival Budaya Tua Buton tahun 2018 yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, menggelar sejumlah kegiatan bernuansa kebudayaan daerah itu.

Kepala Dinas Pariwisata Buton, Zainuddin Napa, mengatakan, sejumlah ajang pada Festival Budaya Tua Buton diantaranya kegiatan tenunan tradisional sebanyak 200 orang, pelaksanaan ritual adat pedole-dole atau tradisi imunisasi anak bayi, dan pergelaran tradisi sunatan.

Selain itu, terdapat pergelaran posuo atau pingitan anak gadis, pameran pembangunan yang diisi 63 stand, dan kegiatan pekande-kandea atau acara makan bersama dengan sajian 2.018 talang berisi makanan, serta tari kolosal sebanyak 5.000 penari yang terdiri dari SD, SMP dan SMA.

“Kita juga dalam menampilkan 21 jenis kuliner khas Buton diuji oleh Balai POM apakah makanan khas yang diwariskan itu memenuhi standar gizi internasional atau tidak, sehingga kalau memenuhi standar kita juga tidak malu suguhkan,” katanya, di Pasarwajo, Buton, Senin (27/8/2018).

Dikatakannya pula, Festival Budaya Tua Buton yang diselenggarakan setiap tahun dan sudah tahun ke enam pelaksanaannya pada setiap bulan Agustus karena bersamaan dengan berlayarnya kapal ” Sail Indonesia” yang masuk pada jalur utara dan melintasi laut banda.

“Makanya kita buat ini dengan atraksi siapa tahu dengan promosi ini mereka bisa singgah disini. Dan kami beruntung Agustus ini ternyata mereka lama tinggalnya dan ada sekitar seratusan wisatawan manca negara hadir,” katanya.

Ia juga mengatakan, motivasi pergelaran festival tersebut adalah amanah dari visi misi Pemkab Buton terwujudnya budaya terdepan, karena latar belakang Buton mempunyai sejarah masa lalu yang cukup panjang.

“Meskipun beberapa daerah sudah mekar, tapi induknya adalah Kabupaten Buton,” katanya.

Dia menambahkan daerah pemekaran itu diantaranya Kabupaten Buton Selatan, Buton Tengah, dan Wakatobi.

Napa juga mengatakan, dengan adanya kegiatan tersebut mendorong perputaran ekonomi masyarakat semakin meningkat. Apalagi dengan hadirnya wisatawan atau pengunjung yang tentu akan berbelanja kebutuhannya. (Ant)

Baca Juga
Museum Sultra Tampung 10 Ruang Koleksi Bersejarah KENDARI - UPTD Museum dan Taman Budaya Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga kini menampung dan menyimpan 10 ruang koleksi utama...
Daman Bombana Desak Regulasi Sastra Budaya Segera ... BOMBANA – Dewan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Daman) Kabupaten Bombana, Sultra, mendesak pemerintah daerah setempat segera menetapkan regulasi da...