Gakin di Balikpapan Dapatkan Pelatihan Wirausaha

Editor: Satmoko Budi Santoso

133
Kepala Dinas Tenaga Kerja Balikpapan Tirta Dewi - Foto Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Sejak Januari hingga kini, Dinas Tenaga Kerja membuka pendaftaran pelatihan kerja untuk keluarga miskin (Gakin). Namun, sejak dibuka pendaftaran peminat gakin yang mendaftar pelatihan kerja masih minim.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Balikpapan, Tirta Dewi, menuturkan, program pelatihan kerja ini dibuka berdasarkan hasil dari Musyawarah Rencana Pembangunan dari tingkat kelurahan dan kecamatan. Namun, hingga kini, belum banyak yang mendaftarkan.

“Memang Disnaker punya program pelatihan kerja bagi gakin. Sampai sekarang belum banyak yang mendaftar padahal sudah dibuka sejak Januari 2018,” jelasnya, Jumat (3/8/2018).

Adapun pelatihan kerja Gakin yang dibuka adalah bidang tata boga, menjahit dan pendingin. Ketiga bidang menyesuaikan pasar kerja untuk berwirausaha sehingga gakin bisa mandiri setelah mendapatkan pelatihan kerja.

“Ada tiga bidang, masing-masing kelas terdapat 16 orang dalam pelatihan. Pelatihan ini berbasis kompetensi. Dari target itu masih belum banyak yang mendaftarkan,” imbuh Tirta Dewi.

Karena itu, pihaknya juga minta kepada kecamatan dan kelurahan untuk menginformasikan ke tingkat RT bahwa ada pelatihan kerja khusus Gakin. Diharapkan pelatihan kerja ini dapat terserap sesuai dengan program yang direncanakan dari bawah.

“Kami minta kelurahan sampai ke RT menyampaikan informasi ini sehingga tidak ada gakin kita yang tidak memanfaatkan pelatihan,” tandasnya.

Sementara itu, tahun 2019 mendatang, Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Kota Balikpapan, berencana akan fokus pada gakin dalam pemberian pelatihan. Hal itu dilakukan agar gakin mampu berwirausaha dan keluar dari Gakin apabila mampu secara ekonomi.

Kabid Perindustrian Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP) Balikpapan, Adward Skenda, menyatakan, tahun 2019 nanti dinasnya akan fokus pada keluarga miskin dalam pemberian pelatihan pembekalan keterampilan agar ekonomi bisa berjalan secara mandiri. Tidak tergantung pada bantuan pemerintah.

“Gakin kita itu ada 27 ribu nggak turun-turun. Maka 2019, fokusnya ke gakin supaya punya usaha jalan dan bagus. Ekonomi bagus, maka dia bisa keluar dari gakin,” sebutnya.

Pelatihan yang diberikan bentuknya berbagai macam bidang. Setelah diberikan pelatihan mereka akan diberi modal usaha. Berupa alat agar mereka bisa mengimplementasikan ilmu pelatihan.

“Bentuknya pelatihan dan pendampingan. Maka nantinya gakin diberikan alat. Misalnya diberikan pelatihan batako. Tapi, kalau alatnya nggak dikasih ya percuma nggak bisa jalan juga. Pemberian bukan dari kami, tetapi dari dinas lain seperti Dinas Sosial,” tutup Adward.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.