Gandoriah, Pantai Romantis di Kota Pariaman

Editor: Koko Triarko

274
PARIAMAN – Berwisata di pantai, memang menjadikan hal yang menyenangkan. Tak hanya dapat bermain di tepi pantai sembari berenang atau pun berselancar. Berdiri di tepi pantai pun juga dapat mengurangi stres, karena pemandangan yang begitu luas, serta indahnya langit di kala sore menjadi momen yang indah dilalui. 
Seperti halnya di Pantai Gandoriah yang ada di Kota Pariaman, Sumatera Barat. Pantai ini cukup dikenal di kalangan masyarakat Sumatera Barat dan wisatawan asing. Apalagi, panta ini juga merupakan daerah diselenggarakannya sebuah tradisi, yakni Tabuik.
Pantai Gandoriah adalah sebuah obyek wisata pantai yang terletak sekitar 100 meter dari pusat kota Pariaman. Di hari libur, pantai ini dilewati oleh kereta api wisata yang datang setiap hari dari Stasiun Simpang Haru Padang menuju Stasiun Pariaman.
Hal inilah yang menjadikan wisata Pantai Gandoriah menjadi begitu menarik dikunjungi. Wisata kereta api sepanjang perjalanan dan wisata pantai setiba di Kota Pariaman.
Di Pantai Gandoriah, banyak hal yang bisa dilakukan oleh para pengunjung. Mulai dari permainan anak-anak yang ada di dekat panggung Gandoriah, menuju Pulau Angso Duo, Pulau Kasiak, menikmati kuliner sala lauak, kerupuk kuah, nasi sek, dan banyak hal lainnya yang dapat dilakukan di Pantai Gandoriah.
Salah seorang pengunjung, Edi, yang datang bersama anaknya, mengatakan, Pantai Gandoriah seperti terlihat terus berbenah. Mulai dari infrastruktur hingga spot-spot bagus untuk menikmati keindahan pemandangan pantai.
Kursi di bawah payung disediakan penjual merupakan daya tarik bagi pengunjung untuk menikmati keindahan di Pantai Gandoriah Pariaman/Foto: M. Noli Hendra
“Sebenarnya Pantai Gandoriah ini indah dan bagus. Tapi, perlu keseriusan soal kebersihan pantai. Karena ada ditemukan bangkai ikan, kotoran manusia, dan sampah yang berserakan, bahkan ada aliran air yang bersifat irigasi terlihat dipenuhi sampah,” katanya, Minggu (5/8/2018).
Menurutnya, Pantai Gandoriah memiliki kenangan tersendiri. Banyak yang menyebutkan, bahwa banyak hati yang bersatu di Pantai Gandoriah itu. Suasana yang begitu indah seakan romantis bagi dua hati yang ingin hidup bersama, berbaur di Pantai Gandoriah.
Baginya, berwisata di Pantai Gandoriah tidak hanya sekadar menikmati pemandangan, tapi juga erat dengan wisata kuliner. Makanan sala lauak yang baru-baru ini mendapat penghargaan Rekor MURI, merupakan kuliner yang diunggulkan di Pariaman.
Belum lagi Nasi Sek, yakni makanan yang dijual oleh masyarakat sekitar. Bentuknya sama dengan sebungkus Nasi Padang. Tapi, khas Nasi Sek terletak ramas rasa sambalnya yang dibungkus dengan segumpal nasi panas.
“Cocok sekali membawa anak-anak ke sini. Setelah lelah bermain, bisa diisi sejenak sala lauak. Laku dilakukan dengan makan Nasi Sek. Pokoknya di sini, biaya belanja sangat terjangkau,” ujarnya.
Melihat lokasi wisata pada umumnya, tidak dapat dipungkiri adanya tarif belanja yang tidak masuk akal. Bahkan, tarifnya naik 200 persen dari hari biasanya. Namun, di lokasi wisata Pantai Gandoriah, tarif belanja lainnya terbilang normal.
Seperti untuk Nasi Sek, per bungkus hanya Rp15.000. Salah lauak Rp500 – Rp1.000 per buah dan tergantung ukurannya. Sementara untuk menikmati kelapa muda, satu buah hanya Rp7.000. Harga atau tarif belanja yang demikian, sangat normal jika dibandingkan dengan sejumlah daerah lainnya.
Setelah selesai istirahat menikmati santapan khas Pariaman, pengunjung bisa menuju Pulau Angso Duo dengan menaiki kapal wisata. Untuk kapal wisata ini, Pemerintah Kota Pariaman telah menyediakan kapal wisata untuk menuju Pulau Angso Duo. Lalu, juga bisa ke Pulau Kasiak.
“Ya, selaku pengunjung di sini saya cukup tahu, kapan bisa pergi ke pulau. Kalau dalam kondisi ombak tinggi seperti yang terjadi akhir-akhir ini di sejumlah daerah di Sumatera Barat, banyak pengunjung yang mengurungkan niat untuk melaut”, pungkasnya.
Baca Juga
Lihat juga...