Ganjar Minta Persoalan Status Kepemilikan SMA/K Selesai di 2018

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

1.439
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mengajar di SMA 1 Mojogedang, Karanganyar. Foto: Harun Alrosid

SOLO — Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta pihak sekolah yang masih memiliki persoalan sengketa tanah untuk segera menyelesaikan di 2018. Hal ini ditegaskan mengingat ada sejumlah sekolah SMA/K di Jateng yang status lahan yang digunakan untuk lembaga pendidikan itu belum sepenuhnya kelar.

“2018 ini penyelesaian administrasi status kepemilikan SMA/K di Jawa Tengah harus selasai. Hal ini penting mengingat status kepemilikan ini menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi agar Pemprov dan pemerintah pusat dapat memberikan bantuan kepada sekolah,” ungkap Ganjar saat kegiatan Gubernur Jateng mengajar di SMA 1 Mojogedang, Karanganyar, Rabu (1/8/2018).

Ditekankan penyelesaian masalah hak tanah untuk sekolah ini harus menjadi prioritas. Sebab, adanya peralihan pengelolaan SMA/K yang semula dari kabupaten ke propinsi, agar lebih mudah dalam melakukan perbaikan maupun memberikan bantuan.

“Saya ingin memastikan jika tahun ini sebagai momentum sekolah untuk menyelesaikan jika ada persoalan lahan yang belum selesai. Kalau belum jelas, kami juga belum bisa memberi bantuan,” tandasnya.

Menurut Ganjar, di Jawa Tengah sendiri masih banyak SMA/K yang aset kepemilikannya belum jelas. Pihaknya juga tengah mendata sekolah mana yang belum selesai persoalan hak atas tanahnya.

“Termasuk SMA 1 Mojogedang ini, saya dengar juga ada yang belum selesai dari pemiliknya. Saya minta untuk secepatnya dirampungkan, kalau bisa dalam sebulan ini,” tegas Ganjar.

Baca Juga
Lihat juga...