Garap Film Horor Gentayangan, Adi Nugroho: Keluarga itu Kekuatan

Editor: Makmun Hidayat

160
Adi Nugroho, penulis skenario film Gentayangan - Foto: Akhmad Sekhu

JAKARTA — Dunia perfilman Indonesia semakin maju dan berkembang. Genre filmnya masih tetap didomansi film-film horor, bahkan semakin lebih banyak lagi production house (PH) membuat film horor.

Mutivision Plus Picture kini meluncurkan film horor berjudul ‘Gentayangan’ yang skenarionya digarap oleh Adi Nugroho.

“Pembuatan skenario film ini idenya bagaimana caranya membuat horor dimana sebuah keluarga terteror dan kemudian di keluarganya ada pasangan yang juga terteror,” kata Adi Nugroho, penulis skenario film Gentayangan, kepada Cendana News di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu malam (8/8/2018).

Adi membeberkan bahwa berdasar pengalamannya banyak hotel yang mitosnya angker. “Kayaknya sudah lama film Indonesia berseting hotel tidak dibuat, yang melibatkan keluarga,” bebernya.

Pesan dalam film ini, kata Adi, bahwa keluarga itu kekuatan. “Setiap keluarga punya masalah dan masa lalu masing-masing jadi jangan lari dan memang harus dihadapi,” ungkapnya.

Menurut Adi, film Indonesia bergenre horor punya ciri khas tersendiri. “Kita takut sesuatu yang tidak tuntas, seperti dendam yang tidak tuntas, hutang yang belum terbayarkan, masih belum berterima kasih atau membalas jasa pada orang yang berbaik baik pada kita, semua itu ciri khas Indonesia sekali,” paparnya.

Raam Punjabi sebagai produser memberi kebebasan ada diri Adi dalam penggarapan skenarionya. “Yang penting masalah yang diangkat real, nyata dan benar-benar dekat dengan kehidupan masyarakat kita,” simpulnya.

Adi mengaku menyiapkan skenario film komedi dan kedepannya akan membuat skenario film adaptasi novel. “Saya juga terlibat dalam pembuatan remake film ‘Catatan Si Boy’, proyek untuk tahun depan, sekarang sedang tahap mengumpulkan ide-ide maupun menggagas hal-hal baru yang kekinian,” urainya.

Adi tak bisa memilih mengarap skenario film drama atau menggarap film horor. “Semuanya punya kesulitan masing-masing, kalau dibilang lebih gampang, dimana-mana membuat orang terenyuh, ataupun terharu, itu lebih susah, tapi karena film horor sudah terlalu banyak jadi harus memcari vocabulari penonton terhadap horor yang diminati,” terangnya.

Harapan Adi terhadap film dapat diterima masyarakat. “Semoga bisa memperkaya dan menambah warna baru dalam dunia perfilman Indonesia,” tegasnya.

Adi berobsesi ingin membuat genre baru yang laris di Indonesia. “Kalau suatu saat ada genre film thriler dengan jumlah penonton sampai jutaan orang, tapi karena sekarang masih banyak yang menggarap horor, jadi kita bikin film horor, bukan latah tapi memang demikianlah yang masih tetap diminati dan digandrungi masyarakat kita,” pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.