Gayam, Pohon Jarang Dikenal, Memilliki Ragam Manfaat

Editor: Satmoko Budi Santoso

790

JAKARTA – Nama Gayam mungkin jarang didengar oleh masyarakat Indonesia. Padahal, baik buah maupun daunnya dipercaya memiliki khasiat untuk kesehatan. Batang pohonnya pun dipercaya memiliki kemampuan tinggi dalam penyerapan air, sehingga pohon ini sering dijadikan tanaman penghijauan.

Salah satu pengunjung TBM, Sari (42) mengatakan, baru pertama kali mendengar tentang pohon Gayam.

“Kayaknya sih gak pernah denger mbak. Apa sebangsa bayam, ya?” ujarnya sambil tertawa.

Gayam yang memiliki nama latin Inocarpus edulis frost, dikenal dengan nama berbeda di setiap daerah. Seperti di Bali dan Lombok dikenal dengan nama Gatep. Dan dalam bahasa Inggris disebut tahitian chestnut, yang merujuk pada buahnya yang keras.

Markom TBM, Firman Setiawan (Foto: Ist)

Markom TBM, Firman Setiawan, menceritakan, buah Gayam ini memiliki lapisan keras di luar sehingga untuk menikmati buah memang harus menunggu matang.

“Buah Gayam ini memiliki lapisan kulit yang keras. Antara kulit dan daging buah ada lapisan yang mengandung racun. Memang harus menunggu matang dulu baru diolah. Karena kalau sudah matang, lapisan kulit akan merekah, bersamaan dengan terlepasnya lapisan sponin yang mengandung racun itu,” kata Firman, saat menemani di kebun Gayam, belum lama ini.

Di beberapa daerah, sambung Firman, ada yang merebus buah ini dulu, untuk menghilangkan lapisan racunnya.

“Rasanya manis tapi sedikit masir. Selain dijadikan penganan, katanya ada manfaat kesehatan juga dari Gayam ini,” ucapnya.

Buah Gayam dinyatakan bisa membersihkan sistem pencernaan dan membantu proses penyerapan makanan, kandungan flavonoid-nya mampu membantu sistem imun tubuh dan kandungan vitamin C-nya cukup tinggi. Sementara daunnya bisa dijadikan obat diare dengan cara merebus.

Dari segi batangnya, pohon Gayam ini dapat tumbuh tinggi dengan perawatan minimal dengan masa panen setahun sekali.

“Pohon Gayam yang ada di TBM ini sudah berumur sekitar 18 tahun. Ada sekitar 16 pohon yang kita tanam di kebun D. Biasanya bisa panen buah itu sekitar bulan November hingga Februari. Buah yang matang itu berwarna kuning. Jadi memang bersamaan dengan musim libur anak-anak sekolah,” ujar Firman.

Pembudidayaan Gayam, menurut Firman, tidak sulit. Pemangkasan hanya perlu dilakukan setahun sekali untuk mengurangi cabang-cabang yang menumpuk.

“Gak susah kok merawatnya. Paling kita kasih pupuk setahun sekali. Dan pohon Gayam juga tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Jadi Gayam ini cocok sekali untuk pohon penghijauan. Selain akarnya yang memang menyerap air juga daunnya rindang,” papar Firman.

Bagi yang menginginkan bibit pohon Gayam, Firman menyebutkan TBM bisa menyediakan bibitnya.

“Penjualan bibit Gayam ini sudah dilakukan sejak tahun 2000. Pembelinya dari semua wilayah Indonesia. Salah satunya adalah Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Baca Juga
Lihat juga...