Gelombang Tinggi Bantu Percepatan Penyu Bertelur

Editor: Mahadeva WS

1.332

BADUNG – Tingginya gelombang air laut yang terjadi di Pantai Selatan Pulau Bali berdampak positif bagi pelestarian penyu di Pantai Kuta. Gelombang membantu penyu yang akan bertelur untuk naik ke darat.

Agung Ngurah Tresna selaku koordinator Kuta Beach Sea Turtle Conservation (KBSTC).-Foto: Sultan Anshori.

Koordinator Kuta Beach Sea Turtle Conservation (KBSTC) Agung Ngurah Tresna mengatakan, penyu yang akan bertelur terbantu naik ke darat karena terdorong gelombang laut. Akan tetapi, dampak lain yang dihadapi, gelombang tersebut juga berpengaruh terhadap keberhasilan penetasan telur penyu.

Proses alami penyu bertelur, membutuhkan suhu hangat antara 30 hingga 40 derajat celcius. “Dengan tingginya ombak yang terjadi berdampak positif bagi penyu yang ingin bertelur di pantai karena didorong oleh ombak tersebut. Namun disisi lain kekhawatiran kami adalah kondisi pasir laut yang basah karena suhunya harus hangat,” ujar Agung Ngurah Tresna, Rabu (1/8/2018).

Dengan kondisi tersebut, KBSTC melakukan rescue terhadap telur-telur tersebut. Telur dipindahkan ke tempat penetasan buatan yang dimiliki KBSTC. Dalam kurun waktu seminggu terakhir, sudah ada 60 induk penyu jenis lekkang yang diselamatkan, dengan total 6.000 butir telur penyu.

Disamping itu, Tresna juga mengapresiasi kesadaran masyarakat untuk ikut melestarikan populasi penyu di Pulau Bali. Kesadaran masyarakat dibuktikan dengan banyaknya telur yang dirilis oleh pihaknya di Pantai Kuta. “Ini sangat positif sekali masyarakat sudah pada mengerti bagaimana penting-nya kita tetap menjaga lingkungan karena penyu ini kan sudah indentor. Dulu Bali adalah salah satu pembantai penyu dulu sebelum ada undang-undang,” imbuh pria yang akrab disapa Mr. Turtle tersebut.

Saat ini populasi penyu di Bali hanya ada satu spesies penyu yaitu jenis penyu Lekang. Populasi penyu lekang di bali saat ini mengalami kenaikan. Sekira 20 tahun lalu, hanya ada satu induk yang diselamatkan. Namun dari data terakhir, tepatnya di 2017 lalu, sudah ada 770 induk penyu yang berhasil diselamatkan untuk bisa bertelur.

“Dulu kita ada 3 spesies penyu lekang penyu hijau sama penyu belimbing. Sekarang hanya jenis penyu lekang penyu yang ada di Bali. Kalau di indonesia ada enam jenis spesies. Harapan ke depan untuk regenerasi tetap ada edukasi, berkembang semua,  peduli terhadap lingkungan kasih pada masyarakat karena sudah peduli,” pungkas Agung Tresna.

Baca Juga
Lihat juga...