Gelombang Tinggi, Jalan Aspal di Kolidetung, Rusak Berat

Editor: Satmoko Budi Santoso

121

MAUMERE – Gelombang tinggi yang terjadi di pantai selatan laut Flores, sejak bulan Juli masih terus terjadi hingga saat ini. Menyebabkan terjangan ombak melewati pagar pembatas jalan dan menyebabkan aspal jalan terkelupas.

“Gelombang dengan tinggi 2 sampai 4 meter sudah terjadi sejak awal Juli 2018 dan hampir setiap hari sejak saat ini. Saat air pasang, terjangan gelombang melewati tanggul penahan jalan dan membuat jalan aspal menjadi rusak,” sebut Blasius Lincianus Nong, warga Desa Hepang Kecamatan Lela, Rabu (8/8/2018).

Dikatakan Blasius, tanggul penahan jalan yang berada di perbatasan antara Desa Hepang dan Kolidetung di Kecamatan Lela sepanjang sekitar 500 meter tanggul penahan jalannya terancam rubuh.

“Jalan aspal sudah terkelupas dan pihak kontraktor tidak bisa melakukan pengaspalan sebab terjangan ombak melewati tanggul dan membanjiri jalan raya. Jalan yang telah diaspal pun banyak yang rusak kembali,” tuturnya.

Camat Lela Rikardus Piterson. Foto : Ebed de Rosary

Selain itu, tambah Blasisus, tanggul penahan jalan pun terancam ambruk. Sebab selalu tergerus air laut dan tanah yang berada di sekitarnya. Juga sudah terkikis sehingga membuat kondisi tanggul akan semakin rapuh dan terancam rubuh.

Marselinus Yosef, warga Desa Hepang lainnya pun berkata, senada seraya meminta agar jalan tersebut lokasinya dipindahkan ke arah perbukitan sekitar 300 meter sebelah utara agar bisa terhindar dari terjangan air laut.

“Kalau kondisi jalan tersebut tetap berada di tempat semula maka saat musim kemarau dan gelombang tinggi jalan tersebut akan semakin rusak. Apalagi, kalau tanggul penahan jalan ambruk maka air laut akan menggenangi jalan tersebut,” terangnya.

Jalan tersebut, kata Yosef, satu-satunya jalan yang menghubungkan Desa Hepang dan Desa Kolidetung melewati pesisir pantai sehingga rentan sekali terkena abrasi apalagi jaraknya hanya sekitar satu meter saja dari bibir pantai.

“Meski sudah dibangun tanggul penahan gelombang dengan tinggi 2 meter pun kalau saat gelombang tinggi lama-kelamaan tanggul penahan gelombang akan ambruk dan jalan pun rusak,” tuturnya.

Camat Lela Ricardus Piterson mengakui, di saat musim kemarau dan gelombang tinggi, jalan-jalan aspal yang menghubungkan desa-desa di pesisir pantai selatan Kabupaten Sikka terancam putus dan sulit dilewati.

“Jalan Hepang menuju Kolidetung di sebelah barat pun sulit dilakukan pengaspalan sebab terjangan air laut selalu melewati tanggul sehingga menggenangi jalan raya dan menyebabkan kerusakan pada badan jalan,” ungkapnya.

Piterson pun mengusulkan, agar tanggul penahan gelombang dibangun lebih tinggi atau jalan raya dipindah ke lokasi lain di sebelah utara yang agak jauh dari pantai agar membuat kondisi jalan bisa bertahan lama setelah diaspal.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.