Gempa di Lombok, Bandara Ngurah Rai Beroperasi Normal

187
Bandara Ngurah Rai, Dok: CDN
DENPASAR – Pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, menyebutkan, operasional di bandara setempat berjalan normal pascagempa yang mengguncang Lombok, NTB, dengan magnitudo 7 skala Richter dan gempa susulan 5,6 skala Richter.
“Landasan pacu, ‘taxiway’ dan apron pesawat tidak terjadi kerusakan. Operasional baik di kawasan darat dan udara berlangsung normal,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, di Denpasar, Minggu (5/8/2018).
Pihaknya sudah melakukan pengecekan di kawasan udara untuk memastikan keandalan fasilitas penerbangan tersebut, dan dipastikan aman untuk penerbangan.
Arie menambahkan, petugas operasional di lapangan juga melakukan pemeriksaan struktur bangunan terminal secara keseluruhan. Meski demikian, ada beberapa kerusakan minor seperti beberapa plafon di gedung terminal yang runtuh, karena guncangan yang terasa kuat.
“Kami akan melakukan perbaikan secepatnya kurang dari 24 jam, karena tidak terkait struktur bangunan,” ucapnya.
Tidak ada korban jiwa atau luka yang ditimbulkan akibat lepasnya beberapa plafon di beberapa sudut gedung terminal bandara itu.
Sebelumnya, sekitar pukul 19.46 Wita, gempa bumi berkekuatan 7,0 Skala Richter mengguncang Lombok, NTB hingga terasa di Bali dengan guncangan yang kuat.
BMKG menyebutkan, gempa yang berpusat di darat pada kedalaman 10 kilometer yang berlokasi sekitar 18 kilometer barat laut Lombok Timur itu berpotensi tsunami.
Namun, selang beberapa menit kemudian, tepatnya pukul 20.49 Wita, gempa bumi dengan intensitas menurun berkekuatan 5,6 skala Richter kembali terjadi, dan BMKG telah menonaktifkan peringatan dini tsunami. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...