Gempa Lombok, Butuh Bantuan Mendesak, 91 Meninggal Dunia

Editor: Satmoko Budi Santoso

590

JAKARTA – Hingga saat ini total jumlah korban meninggal dunia akibat gempa yang mengguncang Lombok 5 Agustus kemarin dengan kekuatan 7,0 SR terus bertambah.

Dari data terbaru yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 91 dinyatakan meninggal dunia dan 209 korban luka yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Lombok.

“Total korban meninggal dunia 91 orang dan total korban luka-luka 209 orang. Semua korban meninggal adalah warga negara Indonesia, sebagai besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan roboh,” kata Sutopo Purwo Nugroho di Gedung BNPB Jakarta, Senin (6/8/2018).

Menurut Sutopo, korban meninggal dunia terbanyak ada di Lombok Utara dengan 72 orang dan korban luka 64 orang, kemudian di Lombok Barat, korban meninggal dunia 9 orang. Untuk Kota Mataram sendiri, kata Sutopo, jumlah korban meninggal dunia 4 orang, Lombok Tengah 2 orang meninggal dunia, dan di Bali 2 orang meninggal dunia.

Untuk upaya penanganan Gempa 7,0 SR sendiri, kata Sutopo, Tim Gabungan saat ini fokus utama adalah pencarian, penyelamatan, dan pertolongan kepada masyarakat yang terdampak gempa serta pemenuhan kebutuhan dasar.

TNI memberangkatkan 3 pesawat untuk mengantar satgas kesehatan TNI (Batalyon Kesehatan 2 Marinir dan Batalyon Kesehatan divisi Infanteri 1 Kostrad) dengan membawa obat-obatan, logistik, tenda dan alat komunikasi serta makanan.

“Sebanyak 200 personel Pasmar 1 dan Pasmar 2 Satgas PRCPB Marinir juga diberangkatkan melalui Bandara Halim. TNI akan memberangkatkan kapal rumah sakit KRI dr. Soeharso (990) dari Komando Armada II Surabaya ke NTB. Disiagakan pula 1 Kompi Batalyon Zeni Tempur 10/Jaladri Palak (atau Yonzipur 10/2) Kostrad yang bermarkas di Pasuruan, Jawa Timur,” jelas Sutopo.

Kementerian Pariwisata, lanjut Sutopo, akan mengaktivasi Tim Crisis Center Kemenpar untuk memantau 3 A, yakni Akses, Amenitas, dan Atraksi yang terkait langsung dengan wisman dan wisnus di Lombok dan Bali.

“PLN sedang berupaya memulihkan pasokan listrik di daerah terdampak gempa, khususnya di Lombok Timur dan Lombok Utara. PLN berkoordinasi dengan unit PLN Bali dan Jawa Timur untuk bantuan personil, peralatan dan material,” ujarnya.

Sementara itu, kata Sutopo, Pertamina mengaktifkan satgas bencana dan memberikan bantuan BBM, operasional ambulans dan LPG untuk dapur umum. Selain itu juga menyiagakan langkah antisipatif kemungkinan pola distribusi BBM dengan metode alternatif dan emergency untuk memastikan penyaluran bahan bakar berjalan lancar.

“Gubernur NTB memperpanjang penetapan status “Keadaan Tanggap Darurat” Bencana Alam Gempa Bumi di Pulau Lombok hingga tanggal 11 Agustus 2018 dan menginstruksikan seluruh sekolah di Lombok Utara, Lombok Timur, Mataram, Lombok Barat dan Lombok Tengah untuk libur pada hari ini. Hal ini dimaksudkan agar pihak berwenang mengecek keamanan bangunan sekolah,” sebutnya.

Lebih jauh Sutopo mengatakan, kebutuhan mendesak saat ini adalah tenaga medis, air bersih, makanan terutama siap saji, obat-obatan, dapur umum dan kebutuhan lainnya. Dan saat ini sudah disalurkan kepada korban gempa di sejumlah daerah di Lombok agar korban meninggal bisa diatasi dengan mengutamakan kebutuhan mendasar tersebut.

“Kebutuhan mendesak saat ini adalah tenaga medis, obat-obatan, air bersih, makanan (makanan siap saji dan makanan balita), tenda pengungsian, selimut, tikar dan pembalut, dapur umum, program trauma healing, alat komunikasi dan alat berat,” ungkapnya.

Baca Juga
Lihat juga...