Gempa Lombok, Kerusakan Bangunan Cukup Parah

Editor: Mahadeva WS

1.001

LOMBOK – Kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan 7,0 Skala Richter (SR) yang mengguncang Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) cukup parah. Gempa mengakibatkan bangunan dari rumah warga, hingga fasilitas pendidikan dan rumah ibadah mengalami kerusakan parah.

Kerusakan yang terjadi tidak saja pada atap, tapi juga membuat tembok bangunan ambruk dan rusak parah. Gedung Pondok Pesantren Al-Aziziah Kapek, Gunung Sari, Lombok Barat salah satunya, selain atap bangunan hancur, banyak bagian bangunan juga jebol dan ambruk. “Gempanya datang secara spontan dan sangat keras, getarannya membuat suara bangunan sangat keras dan sebagian tembok Ponpes jebol dan ambruk,” kata Wildan, salah satu pengasuh Ponpes Al-Azizia , Senin (6/8/2018).

Beruntung, gempa terjadi pada malam hari, saat tidak aktivitas sekolah. Sehingga tidak ada siswa di dalam ruang kelas yang kondisi kerusakannya parah. Jika terjadi pada saat jam sekolah, sangat dimungkinkan akan banyak memakan korban jiwa. “Kalau gempa terjadi saat jam sekolah akan membahayakan keselamatan santri yang belajar, termasuk guru yang mengajar,” kata Wildan.

Ustad Wildan, pakai kopiah hitam (tengah) saat hendak mengantar salah satu santri Ponpes Al-Aziziah Kapek, Lombok Barat yang menjadi korban gempa ke rumah duka – Foto Turmuzi

Meski demikian, akibat gempa Minggu (5/8/2018) malam, semua santri berhamburan keluar pondok, akibat dahsyatnya getaran gempa. Dan hingga  Senin (6/8/2018) siang, santri belum berani masuk ke pondok. Masih sering terjadinya gempa susulan memunculkan kekhawatiran akan keselamatan. Tercatat satu orang santri meninggal akibat tertimpa material bangunan.

Warga setempat, Sri mengaku,  trauma dengan gempa yang terjadi. Saat gempa mengguncang, Dirinya sedang berada di dalam rumah. “Paniknya luar biasa saat gempa terjadi karena datangnya sangat tiba-tiba, apalagi lampu langsung mati seketika saat gempa terjadi,” jelasnya.

Baca Juga
Lihat juga...