Gempa Lombok, Masyarakat Diminta Tidak Mudah Percaya Informasi Hoax

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

245

LOMBOK — Pasca gempa bumi berkekuatan 7,0 skala richter yang mengguncang Pulau Lombok pada Minggu, 5 Agustus 2018, masyarakat, terutama masyarakat korban gempa diminta tidak mudah mempercayai informasi yang sumbernya tidak jelas atau hoax yang dapat meresahkan.

Hal tersebut disampaikan Pangdam IX Udayana, Mayor Jenderal TNI Benny Susianto ketika mengunjungi tenda darurat yang disediakan aparat TNI di Kabupaten Lombok Utara bersama Menko Polhukam, Wiranto dan Mensos Idrus Marham, Selasa (7/8/2018).

“Kita harus tetap tenang dan jangan terpancing oleh isu atau informasi hoax yang tidak jelas sumber dan kebenarannya,” kata Benny.

Ia meminta supaya ketika mendengar atau mendapatkan isu tentang gempa bumi susulan atau tsunami dari media sosial, terlebih dahulu menanyakan kepada pihak berwenang atau BMKG, sehingga tidak membingungkan dan meresahkan.

Selain mengunjungi masyarakat korban gempa, Pangdam lX Udayana bersama Menko Polhukam dan Mensos RI juga mengunjungi dapur umum yang didirikan aparat TNI.

“Warga masyarakat yang tertimpa musibah agar selalu berdoa, bersabar dan tabah dalam menghadapi semua cobaan,” sebutnya.

Kepada personel Tim Dukkkes Yonkes Kostrad, Benny menyampaikan, agar tetap menjaga kesehatan selama bertugas sehingga selalu maksimal dalam membantu dan melayani masyarakat korban gempa di tenda-tenda pengungsian.

“Laksanakan bantuan kemanusiaan ini dengan penuh rasa tanggung jawab dan ikhlas sehingga kita dapat maksimal membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena musibah,” harapnya.

Menko Pulhukam, Jenderal TNI (Purn) Wiranto juga mengimbau warga untuk tidak hidup di rumah yang sudah retak. Sebaiknya didirikan tenda-tenda di luar rumah sebagai langkah preventif antisipasi hal tidak diinginkan.

Menurutnya, pemerintah pusat melalui Mensos RI siap mendukung dengan memasok bantuan berupa makanan dan minuman kepada para pengungsi, termasuk penanganan masyarakat meninggal maupun korban luka.

“Menurutnya, penanganan bencana sudah sangat cepat. Di hari kedua pascabencana susulan sudah banyak fasilitas yang memudahkan dan meringankan penderitaan korban dan pengungsi,” tutupnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.