Gempa Lombok, Pemerintah Belum Minta Bantuan Internasional

Editor: Satmoko Budi Santoso

729
Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data dan Informasi serta Humas BNPB - Foto M Hajoran Pulungan

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengaku, pihaknya belum berniat meminta bantuan dunia internasional atas gempa yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) Sabtu malam (5/8/2018) yang menewaskan 91 orang dan 206 korban luka-luka.

Meskipun demikian, pihaknya tetap terbuka bagi negara sahabat yang mau membantu.

“Sampai dengan saat ini, kita belum meminta bantuan internasional karena kita masih bisa mengatasi dan menangani sendiri. Tapi kalau ada negara sahabat yang mau membantu tentu kita persilakan, apalagi ini bencana kemanusiaan,” kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data dan Informasi serta Humas BNPB, di Jakarta, Senin (6/8/2018).

Gempa Lombok yang berkekuatan 7,0 SR ini, kata Sutopo, masih skala provinsi karena berdampak di sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sehingga tidak perlu meminta bantuan dari negara sahabat maupun dunia internasional.

“Skala gempa ini masih tanggap darurat tingkat provinsi, karena yang terkena dampaknya ada di sejumlah kabupaten/kota di NTB. Jadi belum skala nasional, sehingga belum perlu minta bantuan negara tetangga,” ujarnya.

Bukan hanya itu, Sutopo mengatakan, Pemerintah Pusat dalam hal ini hanya sifatnya memperkuat atau mendampingi Pemerintah Provinsi NTB dalam menanggulangi bencana gempa yang terjadi di Lombok yang menewaskan 91 orang. Berupa bantuan logistik, medis, obat-obatan, peralatan dan lain-lain.

“Pemerintah Pusat sifatnya memperkuat atau mendampingi Pemda dalam menanggulangi gempa Lombok. Karena ini, masih skala provinsi, jadi segala kebijakan ada di Gubernur, kita hanya membantu melakukan koordinasi antarinstansi yang terkait,” ungkapnya.

Untuk bantuan sendiri, kata Sutopo, pemerintah sudah mengirimkan 21 ton logistik dan peralatan lain yang dibutuhkan di Lombok. Karena, kata Sutomo, fokus utama pihaknya saat ini adalah evaluasi korban dengan membawa ke rumah sakit-rumah sakit terdekat.

“Pemerintah sudah mengirimkan 21 ton logistik dan peralatan penting lainnya ke Lombok, karena fokus utama kita adalah evaluasi korban untuk membawanya ke rumah sakit terdekat untuk ditangani lebih intensif,” sebutnya.

Pemerintah, sebut Sutopo, akan memberikan santunan berupa bantuan bagi korban yang meninggal dunia sebesar Rp15 juta dan korban luka-luka Rp 2,5 juta. Ini sebagai bentuk perhatian dan tanggung jawab pemerintah bagi warga masyarakat yang terkena bencana.

“Tentu pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap korban meninggal dunia dan luka-luka, pemerintah akan memberikan santunan berupa uang senilai Rp15 juta bagi korban meninggal dunia dan Rp2,5 juta bagi korban luka-luka akibat gempa Lombok ini,” ujarnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.