Gethuk, Jajanan Tradisional Yang Masih Eksis

Editor: Mahadeva WS

213
Gethuk Dieng dengan aneka rasa - Foto Agus Nurchaliq

MALANG – Gethuk, merupakan salah satu jajanan tradisional yang masih eksis di Malang. Meskipun sudah jarang ditemui, masih ada pedagang yang menjual panganan berbahan dasar Singkong tersebut di Malang.

Salah satu penjual gethuk, Suliadi, mengaku sudah berjualan gethuk selama tiga tahun. Menggunakan gerobak dengan tulisan Gethuk Dieng, Suliadi mencari rezeki di kawasan jalan Ir.Soekarno kota Batu. Meskipun termasuk kuliner tradisional, Suliadi menyebut, peminat gethuk masih cukup banyak. “Pembelinya rata-rata berasal dari semua usia, mulai dari anak, remaja, dewasa hingga orangtua,” akunya kepada Cendana News, Sabtu (25/8/2018).

Menurutnya gethuk yang dijual, tidak jauh berbeda dengan kue gethuk pada umumnya. Yang membedakan, segi tekstur yang lebih padat, dan aneka varian rasa yang ditawarkan. Ada rasa original, coklat, strawbery, durian, nanas, serta pandan disiapkan oleh Suliadi untuk para pelanggannya.

Jajanan gethuk dibuat dari parutan singkong, yang diolah dengan cara tradisional. Setelah dikupas, singkong di bersihkan dan dicuci. Setelah bersih, singkong direbus hingga matang, kemudian ditumbuk halus dan diberi berbagai rasa. Setelahnya, didinginkan menggunakan kemudian dicetak dengan memakai mesin.

Penjual Gethuk Dieng, Suliadi – Foto Agus Nurchaliq

“Agar terjamin kesehatannya, dalam pembuatannya, gethuk Dieng tanpa menggunakan bahan pengawet sehingga hanya mampu bertahan sehari saja. Aneka rasa tersebut akan lebih nikmat jika disajikan dengan parutan kelapa yang gurih,” terangnya.

Selain rasanya yang lezat, gethuk Dieng dijual dengan harga yang terjangkau. Cukup dengan Rp1.500, pembeli bisa menikmati gethuk Dieng yang memiliki citarasa khas. “Di hari biasa, biasanya bisa terjual 350 biji gethuk. Tapi kalau malam minggu bisa lebih dari itu,” tandasnya.

Suliadi menyebut, saat ini sudah jarang orang yang mau berjualan gethuk. Mereka lebih memilih menjual makanan kekinian daripada makanan tradisional. Hal tersebut membuat tidak mudah untuk mendapatkan penjual gethuk. Tapi untuk gethuk Dieng, hingga saat ini ada sekitar sebelas cabang yang tersebar di Malang dan Batu.

“Kalau di Batu sendiri ada dua orang yang berjualan gethuk Dieng. Selain saya, ada satu lagi teman yang berjualan di kawasan Alun-alun Batu. Kalau saya biasanya berjualan mulai pukul 08.00 WIB hingga habis, maksimal sampai jam 13.00 WIB,” tandasnya.

Baca Juga
Lihat juga...