Gubernur NTB Ajak Semua Elemen Gotong Royong

Editor: Koko Triarko

1.949
MATARAM – Untuk bisa bangkit dan membangun kembali Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat pascagempa, baik infrastruktur berupa bangunan fisik maupun semangat masyarakat dari keterpurukan, tidak cukup dilakukan masyarakat terdampak gempa, tapi membutuhkan peran serta dan partisipasi semua pihak.
“Karena itu, semua kalangan masyarakat diharapkan bisa ikut berpartisipasi mengambil bagian, bergotong royong, membangun kembali masyarakat supaya bisa bangkit”, kata Gubernur NTB, Zainul Majdi, Senin (27/8/2018).
Majdi mengatakan, sebaik-baik modal untuk membangun kembali daerah pasca-musibah gempa bumi adalah kebersamaan. Sedangkan sekokoh-kokohnya pondasi untuk membangun adalah persaudaraan dan gotong royong.
Majdi meyakini, bahwa masyarakat Pulau Lombok, khususnya masyarakat terdampak gempa merupakan masyarakat yang kuat dan kokoh, sehingga meski dalam suasana duka pascagempa, tetap semangat untuk bangkit.
“Daerah-daerah yang tahan uji dalam keadaan apa pun adalah daerah yang warganya bersatu padu dalam kebaikan. Maka, saatnya di dalam rekonstruksi dan rehabilitasi ini kita tampakkan dan kita wujudkan itu semua,” harapnya.
Majdi juga mengajak seluruh elemen masyarakat yang terdampak musibah gempa bumi, untuk berjuang bersama-sama merehabilitasi dan merekonstruksi, membangun kembali daerah, baik dari sisi ekonomi maupun pariwisata.
Ia meminta masyarakat untuk tidak lagi bersedih, melainkan memulai lembaran baru, berkeringat dengan kerja keras, bergandengan tangan, bergotong royong bekerja sama membangun kembali NTB.
Majid juga mengatakan, jika Presiden telah mengeluarkan Inpres nomor 5 tahun 2018, yang telah menjelaskan siapa melakukan apa, sudah sangat jelas dalam Inpres tersebut. Saat ini juga, bantuan dan dukungan dari perangkat negara kepada NTB sudah luar biasa. Sahabat-sahabat, saudara-saudara kita TNI dan POLRI, demikian pun dari BNPB, Basarnas, dan bahkan dari relawan-relawan yang jumlahnya ribuan berasal dari berbagai elemen masyarakat, tidak hanya yang ada di Indonesia, yang ada di luar negeri pun, semua bersatu padu.
Baik yang bisa datang langsung untuk terjun kemari, dan yang tidak bisa terjun langsung meraka mengirim bantuannya.
”Yang tidak sanggup untuk membantu dengan materi juga tak pupus memanjatkan doa, itu semua adalah tambahan energi dari kita semua untuk membangun negeri kita lebih baik lagi,” ungkapnya.
Sebelumnya, Wakil Presiden, Jusuf Kalla memastikan, proses rehabilitasi dan penanganan gempa Lombok akan dilakukan lebih cepat, supaya ribuan masyarakat yang saat ini masih berada di lokasi pengungsian bisa cepat kembali ke rumah masing-masing.
Untuk saat ini, penanganan gempa Lombok juga tidak lagi bicara bagaimana masyarakat hidup di tenda pengungsian, tapi bagaimana secepat mungkin menempati rumah yang akan dibangun, sehingga bisa hidup normal seperti sedia kala.
Pemerintah juga akan memastikan, supaya dalam jangka waktu enam bulan, pembangunan semua rumah sudah selesai, satu rumah ditargetkan bisa selesai satu bulan.
“Yang penting dari ini, masuk rumah kembali supaya tidur enak, sambil berdoa supaya tidak gempa lagi”, katanya.
Baca Juga
Lihat juga...