Gubernur Sumbar Minta Bupati/Wali Kota Segera Lakukan Imunisasi

Editor: Koko Triarko

1.512
PADANG – Gubernur Sumatera Barat, mengeluarkan surat untuk Bupati/Wali Kota,  yang meminta agar segera melakukan imunisasi Measless dan Rubella (MR) sesuai jadwal yang telah ditentukan. 
Surat yang dikeluarkan per 10 Agustus 2018 itu, memiliki tiga poin terkait imunisasi MR. Surat itu merujuk pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri per 8 Agustus 2018, tentang pelaksanaan imunisasi MR.
Tiga poin yang terdapat dalam surat Gubernur Sumatera Barat itu, pertama, meminta melakukan pendekatan secara persuasif dan sosialisasi tentang manfaat/kegunaan vaksin MR. Kedua, tetap melaksanakan imunisasi MR bagi masyarakat yang tidak memiliki keterikatan aspek syari’i secara profesional, sesuai dengan kebutuhan teknis.
Ketiga, bagi masyarakat yang mempertimbangkan aspek kehalalan atau kebolehan vaksin secara syari’i, dan bagi yang ingin menunggu terbitnya fatwa MUI tentang imunisasi MR, dapat menunda pelaksanaan imunisasi MR pada kesempatan berikutnya, sampai akhir September 2018.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Merry Yuliesday, mengatakan, dengan adanya surat dari Gubernur Sumatera Barat itu, kepada dinas kesehatan di kabupaten dan kota di seluruh daerah di Sumatera Barat, dapat segera melakukan imunisasi MR.
“Sampai 9 Agustus 2018 kemarin, ada delapan daerah yang menunda melaksanakan imunisasi MR. Sementara untuk Kabupaten Dhamasraya, dalam waktu dekat dipastikan akan melakukan imunisasi MR terhadap masyarakat setempat,” katanya, ketika dihubungi Cendana News, Minggu (12/8/2018).
Menurutnya, dengan adanya surat itu, dinas kesehatan di daerah sudah memiliki pedoman untuk tetap melaksanakan imunisasi MR. Namun bagi masyarakat muslim yang masih ragu tentang kehalalan, diperbolehkan menunda, tapi hanya sampai September.
Alasan menentukan September, karena dalam melakukan imunisasi MR ini, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat menargetkan 1,5 juta anak untuk diimunisasi, dengan jadwal yang ditentukan, yakni Agustus hingga September 2018.
Merry juga menyebutkan, saat ini dari catatan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, sampai 9 Agustus 2018 kemarin, capaian imunisasi Measless dan Rubella (MR) baru mencapai 13,4 persen dari target 1,5 juta anak.
Capaian imunisasi itu dari hitungan 11 kabupaten dan kota di Sumatera Barat, yang dipastikan telah menjalankan program Kementerian Kesehatan tersebut.
Sebelas kabupaten dan kota yang tetap melaksanakan imunisasi MR itu, Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kota Sawahlunto, Kota Payakumbuh, Kabupaten Pesisir Selatan, Solok Selatan, Solok, Padang Pariaman, Limapuluh Kota, Kepulauan Mentawai, dan Kabupaten Sijunjung.
Sementara untuk delapan kabupaten dan kota lainnya, menunda melakukan imunisasi MR. Seperti Kabupaten Tanah Datar, Kota Bukittinggi, Kota Pariaman, Kota Solok, Kabupaten Pasaman, Pasaman Barat, Agam, dan Kabupaten Dharmasraya.
“Alasan beberapa daerah yang masih menunda itu masih menunggu kepastian dari Kementerian Kesehatan RI. Tapi, kini dengan adanya surat dari Gubernur Sumatera Barat, yang menunda bisa segera dilakukan imunisasi,” katanya.
Di Sumatera Barat, dinas kesehatan menargetkan akan ada 1,5 juta anak yang akan mendapatkan imunasasi MR.
Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia Cabang Sumbar, dr. Didik Hariyanto, Sp.A. (K) menyebutkan, imunisasi merupakan upaya promosi kesehatan yang paling efektif di seluruh dunia. Bahkan, sejak pertama dikenalkan, imunisasi telah menurunkan angka kecacatan dan kematian akibat penyakit menular  di dunia.
Menurutnya, imunisasi juga merupakan salah satu dari 17 goals Substainable Development Goals (SDG), yakni untuk mencapai universal health coverage, termasuk perlindungan risiko keuangan, akses kepada pelayanan kesehatan dasar berkualitas serta akses kepada obat-obatan. Kemudian, aksen vaksin dasar yang aman, efektif dan berkualitas.
“Agar SGD yang ditargetkan pada 2030, salah satu upaya yang dilakukan pada bidang kesehatan adalah imunisasi Measles Rubella (MR). Imunisasi MR ini penting untuk diberikan bagi anak usia 9 bulan hingga di bawah 15 tahun,” katanya.
Lanjutnya, imunisasi rubela juga dapat mencegah penularan penyakit rubela dari anak ke ibu hamil yang ada di sekitarnya.  Karena itu, sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah, meningkatkan cakupan imunisasi dasar maupun lanjutan serta mendukung pelaksanaan program eliminasi MR Indonesia.
Maka, pengurus pusat IDAI bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan serta WHO, didukung IDAI cabang mengadakan seminar dan advokasi untuk kampanye imunisasi MR fase II dan surveilans PD3I.
“Untuk itu, seminar ini diadakan di 14 kota di luar Jawa, termasuk Padang. Sehingga, dengan adanya seminar ini memberikan penyegaran kepada tenaga kesehatan lintas sektor mengenai pelayanan imunisasi,” pungkasnya.
Baca Juga
Lihat juga...