Gurihnya Tumis Ikan Peda Jagung Manis Khas Lamsel

Editor: Koko Triarko

247
LAMPUNG – Berada di sekitar pesisir pantai Lampung Selatan, membuat bahan baku pembuatan ikan asin melimpah. Ikan segar hasil tangkapan nelayan ini sebagian diolah menjadi ikan asin, salah satunya jenis ikan peda, dan sebagian lagi diolah menjadi ikan asin belah. Ikan kembung (Restrelliger spp) kerap diolah oleh nelayan menjadi ikan peda dengan proses fermentasi.
Sartini (50), pembuat ikan asin dan ikan peda di pesisir pantai Desa Maja, Kecamatan Kalianda, menyebut pesanan ikan peda bisa mencapai satu kuintal per bulan. Sebagai bahan kuliner yang disukai masyarakat berbagai kalangan, pelanggan kerap membeli ikan peda langsung ke rumahnya di jalan lingkar pesisir. Juga para pemilik warung yang akan menjual ikan peda untuk dijual kembali.
“Ikan peda banyak disukai, karena selain bisa digoreng langsung, juga bisa dikombinasikan menjadi berbagai menu kuliner,” terang Sartini, saat ditemui Cendana News baru baru ini.
Bahan pembuatan tumis ikan peda jagung manis [Foto: Henk Widi]
Sartini menyebut, proses pembuatan ikan peda yang rumit melalui beberapa tahap, membuat harga jual ikan peda lebih mahal. Bisa mencapai Rp45 ribu per kilogram.
Harga tersebut akan semakin mahal, saat hasil tangkapan nelayan mulai berkurang akibat gelombang tinggi. Meski demikian, untuk memasok kebutuhan sejumlah warung makan dan warga penyuka kuliner ikan peda, ia selalu menyediakan stok yang cukup.
Nurjanah (50), salah satu warga Desa Padan, Kecamatan Penengahan, mengaku kerap membeli ikan peda dan ikan asin belah buatan Sartini. Nurjanah menngolah ikan peda menjadi beragam olahan kuliner. Saat ingin menyantap ikan peda dengan cepat, ia cukup menggoreng ikan peda dengan rasa yang sudah gurih.
“Cukup disantap dengan nasi hangat, ikan peda yang sudah digoreng sudah bisa menggoyang lidah”, katanya.
Menurutnya, menu olahan ikan peda yang disukai sang anak, adalah tumis ikan peda jagung manis. Meski sederhana, katanya, namun tumis ikan peda jagung manis bisa menjadi pilihan saat bosan dengan menu lain yang kerap disantap. Bahan membuatnya pun terbilang cukup sederhana, menyesuaikan porsi.
Selain bahan utama ikan asin peda, bahan lain yang disediakan, antara lain satu buah jagung manis yang diserut dengan pisau, cabai rawit, cabai merah, tomat, daun bawang, garam, gula pasir, merica serta penyedap rasa.
Saat musim petai atau jengkol, ia juga kerap mengolah ikan asin peda bersama petai kesukaan sang suami.
Jagung manis ditumis dengan beragam bumbu sebelum dicampurkan dengan ikan peda yang sudah digoreng [Foto: Henk Widi]
Setelah ikan peda disiapkan, proses pertama ikan dibersihkan terlebih dahulu dan digoreng, setelah matang ditiriskan. Semua bahan bumbu yang disiapkan dengan cara diiris, selanjutnya ditumis dalam wajan hingga tercium aroma harum.
Jagung manis yang sudah diserut atau disisir dimasukkan dalam bumbu yang sudah ditumis. Menghindari ikan peda hancur, ikan peda yang sudah digoreng diletakkan dalam piring khusus, lengkap dengan irisan jeruk nipis untuk menambah kesegaran.
“Setelah semua bumbu dan jagung manis ditumis, selanjutnya ikan bisa dicampurkan ke wajan tanpa diaduk, atau di atas piring semua bumbu disiramkan ke ikan peda tersebut,” beber Nurjanah.
Tumis ikan peda jagung manis yang sudah matang, selanjutnya bisa disajikan dengan nasi hangat.
Tumis ikan peda jagung manis, kata Nurjanah, kerap disukai oleh sang suami dan anak untuk makan pagi atau siang. Olahan dengan bahan ikan peda, juga kerap disajikan dengan sayur cah kangkung atau sayur asam daun kelor, lengkap dengan nasi hangat.
Gita, sang anak yang meminta dibuatkan tumis ikan peda jagung manis, menyebut menu sederhana tersebut sangat cocok disantap saat kondisi hangat.
Rasa gurih ikan peda dipadukan dengan manis jagung sekaligus bumbu pedas dari cabai dan merica, membuat menu tersebut pas disantap bersama nasi hangat.
Meski hasil olahan sang ibu, namun tumis ikan peda jagung manis diakui Gita rasanya tidak kalah dengan hidangan di sejumlah restoran ternama.
Baca Juga
Lihat juga...