Haedar Imbau Semua Komponen Jaga Keadaban

Editor: Koko Triarko

1.449
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr.Haedar Nashir, M.Si, saat memberikan pidato kebangsaan di UMM, Minggu (12/8/2018) –Foto: Agus Nurchaliq
MALANG – Memasuki tahun politik 2019, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Haedar Nashir, M.Si., mengimbau semua pihak mampu memelihara keadaban, kebersamaan, kedamaian, toleransi, kebajikan dan keutamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, kontestasi politik tidak perlu menjadi penyebab dan membawa pada situasi keretakkan, konflik, dan permusuhan antarkomponen bangsa.
“Semua dituntut berkomitmen menjaga politik dari berbagai penyimpangan dan transaksi yang justru menyebabkan kerugian bagi bangsa dan negara,” ujarnya, saat memberikan pidato kebangsaan dengan tema ‘Meneguhkan Nilai-nilai Kebangsaan yang Berkemajuan Menyongsong Indonesia Emas’, di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Minggu (12/7/2018).
Kontestasi politik juga diharapkan tidak semata-mata hanya ingin meraih kekuasaan, tetapi tidak kalah penting meniscayakan komitmen dan usaha yang sungguh-sungguh dalam mewujudkan idealisme, nilai dasar, dan cita-cita nasional yang luhur.
“Inilah yang penting menjadi komitmen dan visi kenegaraan para pemimpin, elit, dan segenap komponen bangsa ke depan,” ucapnya.
Selain itu, disampaikan Haedar, peran media juga sangat penting dalam mewujudkan kontestasi politik yang damai, tanpa adanya berita-berita hoax dan ujaran kebencian.
Menurutnya, berdasarkan realitas yang ada, selama ini memang ada, bahkan banyak berita-berita hoax maupun ujaran kebencian, lebih-lebih di media sosial, yang bertujuan untuk menjatuhkan salah satu pihak. Karena di era media sosial, setiap orang bisa memproduksi tulisan apa pun melalui media sosial tanpa harus diseleksi.
“Di sinilah, tugas teman-teman wartawan sebagai pilar ke empat dalam tegaknya negara, agar bisa menghilangkan proses politik ujaran kebencian maupun berita hoax,” tuturnya.
Lebih lanjut, Haedar juga meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya warga Muhammadiyah, agar tidak melakukan Golput dan tetap memilih Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 mendatang.
“Masyarakat tidak boleh golput, pilihlah pemimpin dengan cerdas dan kritis,” pintannya.
Ia mengimbau untuk memilih pemimpin yang bisa dan mau mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, di atas kepentinga golongan maupun kroninya, baik secara terbuka maupun terselubung. Pilihlah mereka yang betul-betul berkhidmad seutuhnya untuk bangsa dan negara. Memberi kepada negara, bukan yang mengambil dari negara.
“Dan, bagi warga Muhammadiyah, pilihlah pemimpin yang tidak menghalang-halangi usaha dan gerakan Muhammadiyah,” pungkasnya.
Sementara itu, dalam acara pidato kebangsaan tersebut juga dihadiri tokoh-tokoh dari lintas agama, di antaranya tokoh Muhammadiyah, Nahdatul Ulama (NU), Katolik Roma, Buddha, Hindu, Konghucu, Kristen dan Penghayat Kepercayaan.
Baca Juga
Lihat juga...