Harga Telur Ayam di Sikka Masih Tinggi

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

175

MAUMERE — Harga telur ayam di beberapa pasar tradisional di kabupaten Sikka sejak lebaran hingga saat ini masih tinggi. Tercatat saat ini harga berkisar antara 55 ribu hingga 58 ribu rupiah per papan.

“Saat ini harganya memang sudah turun namun masih tinggi. Juni lali, 70 ribu rupiah per pepan dan saat ini mencapai 55 ribu hingga 58 ribu rupiah sebab stok dari Surabaya sudah banyak yang masuk ke pasar,” sebut Suwandi, salah seorang pedagang sembako di pasar Alok, Rabu (8/8/2018).

harga telur tinggi
Suwandi salah seorang pedagang sembako di pasar Alok kota Maumere. Foto : Ebed de Rosary

Dikatakan, meski telah turun namun permintaan masih minim. Warga jarang sekali mengkonsumsinya kecuali untuk membuat kue saat hari-hari raya agama atau ada pesta. Masyarakat lebih memilih untuk mengkonsumsi ikan.

“Biasanya kalau hari raya dan musim pesat seperti di bulan Agustus hingga Desember saja permintaan meningkat. Kalau hari biasa paling banyak lima hingga 10 papan per hari,” ungkapnya.

Siti Marwah, salah seorang pedagang sembako di pasar Geliting mengaku di kiosnya tidak banyak menjual telur sebab memang jarang dibeli masyarakat. Apalagi saat harganya melonjak tinggi.

“Paling banyak saya hanya punya stok lima papan saja sebab biasanya untuk dijual kepada warung-warung makan. Kadang dalam seminggu bisa laku dua papan tapi kalau ada yang menggelar pesta bisa terjual sampai lima papan seminggu,” ungkapnya.

Siti mengakui, harga telur ayam memang mulai Juni karena stok di Maumere sangat terbatas. Daerah setempat mengandalkan pengiriman dari Surabaya dan Makasar.

“Di Flores bahkan di provinsi NTT hampir tidak ada peternak ayam petelur dalam skala besar. Pengusaha lebih banyak beternak ayam potong karena lebih cepat laku. Paling yang ada juga telur ayam kampung tapi itu pun hanya dijual beberapa butir saja oleh masyarakat dari desa,” ungkapnya.

Siti menambahkan, pembelian eceran lebih dipilih masyarakat untuk membuat kue untuk acara keluarga.

“Paling banyak membeli eceran bisa sampai 20 butir. Ada juga kios yang biasa membeli sebanyak satu papan untuk dijual kembali. Biasanya kami kasih harga 55 ribu rupiah per papannya,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...