Hasil Panen Petani Lebak di Musim Kemarau, Memuaskan

210
Ilustrasi -Dok: CDN
LEBAK – Panen padi di sejumlah lokasi di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, masih berlangsung, meski di daerah ini memasuki musim kemarau.
“Kami beruntung, tanaman padi seluas lima hektare dipanen tanpa terserang hama penyakit,” kata Murod (55), petani di Desa Sanghiang Tanjung, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Minggu (5/8/2018).
Para petani kini sibuk memanen padi di areal persawahan dengan melakukan pembabatan batang padi yang menguning. Selain itu, juga dilakukan penggebotan atau batang padi dipukul-pukul ke alat yang disediakan petani untuk menampung gabah.
Penampungan gabah itu nantinya dijemur dan jika sudah mengering, dilakukan penggilingan beras. “Kami panen menghasilkan produksi lima ton, setara beras per hektare dengan nilai transaksi mencapai Rp30 juta,” katanya.
Begitu juga Saman (60), petani di Desa Pasir Tanjung Kecamatan Rangkasbitung, mengaku hasil panen padi itu tidak dijual ke penampung, baik dalam bentuk gabah maupun beras.
Kebanyakan produksi padi lokal hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi anggota keluarga. Sebab, petani mengembangkan padi lokal pada lahan-lahan persawahan yang tidak begitu luas.
“Kami panen padi lokal seluas lima petak dan cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga selama setahun, sehingga tidak perlu membeli beras,” jelasnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak, Dede Supriatna, mengatakan panen padi di daerah setempat masih berlangsung, karena mereka menanam padi sejak Mei 2018.
Ironisnya, memasuki musim kemarau ini rata-rata produksi padi relatif bagus, sehingga menguntungkan pendapatan ekonomi petani.
“Kami yakin, panen padi sampai Desember mendatang masih berlangsung, karena percepatan tanam melalui pompanisasi dilakukan kelompok tani,” katanya. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...