Hidroponik Pendorong Pemberdayaan Penyandang Disabilitas

Editor: Mahadeva WS

209

YOGYAKARTA – Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI (Kemendes PTT), berkomitmen mendorong pemberdayaan bagi seluruh masyarakat pedesaan Indonesia. Tidak terkecuali warga penyandang disabilitas.

Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas, yang selama ini diketahui sulit mendapatkan pekerjaaan di bidang formal. Seperti diketahui, penyandang disabilitas sering kalah bersaing dengan pencari kerja pada umumnya. Upaya Kemendes PTT tersebut dilakukan dengan, menggelar pelatihan budidaya sayuran hidroponik bagi penyandang disabilitas di berbagai wilayah.

Mentri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengatakan, penyandang disabilitas harus diberi kesempatan untuk bisa hidup mandiri. Dengan diberi kesempatan, Eko yakin, penyandang disabilitas akan mampu sukses sebagaimana warga lainnya.

“Kaum difabel bukan berarti tidak bisa ini itu. Kalau dikasih kesempatan, mereka sebenarnya juga bisa. Karena itu kita mencoba beri pelatihan bagi mereka,” kata Kemendes PTT, saat meninjau kegiatan pelatihan bercocok tanam hidroponik bagi penyandang disabilitas di wilayah DIY, bertempat di Balai Besar Latihan Masyarakat Sleman Yogyakarta, Rabu (29/8/2018).

Pelatihan budidaya sayuran hidroponik dipilih, karena tergolong mudah, dan mampu memberikan pendapatan cukup besar bagi setiap pelakunya. “Satu unit (tanaman hidroponik) bisa menghasilkan keuntungan sekitar Rp500 ribu. Karena itu kita coba memberi mereka masing-masing satu. Kalau berhasil bisa dikembangkan lagi,” tandasnya.

Meski saat ini pelatihan budidaya hidroponik bagi penyandang disabilitas masih bersifat percontohan, Kemendes PTT menyatakan, akan berupaya mengembangkan pelatihan tersebut ke daerah-daerah lainnya. “Kita harus terus bantu mereka dengan memberi semangat. Mereka sebenarnya mampu dan bisa. Akan kita buktikan dengan dilatih, sehingga ketika sukses, mereka akan bisa menginspirasi penyandang disabilitas lain untuk bisa berbuat hal yang sama juga,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...