Imunisasi MR di Sumbar Capai 54,3 Persen

Editor: Mahadeva WS

189
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat Merry Yuliesday/Foto: M. Noli Hendra

PADANG – Catatan Dinas Kesehatan Sumatera Barat, capaian Imunisasi Measles and Rubella (MR), hingga 28 Agustus 2018, dikisaran 54,3 persen. Adanya rekomendasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong pertumbuhan capaian imunisasi.

Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat, Merry Yuliesday mengatakan, keberadaan rekomendasi dari MUI, diperbolehkannya imunisasi MR untuk anak-anak, maka seluruh daerah di Sumatera Barat langsung bergerak memberikan imunisasi. “Per-28 (Agustus) kemarin ya, masih 54,3 persen. Daerah yang paling besar capaian imunisasinya Kabupaten Kepulauan Mentawai 56,53 persen. Sementara yang masih rendah itu berada di Kota Bukittinggi, baru 6,57 persen,” ungkap Merry, Rabu (29/8/2018).

Dinas Kesehatan Sumatera Barat memperkirakan, populasi anak usia sembilan bulan hingga dibawah 15 tahun, mencapai 1,5 juta anak. Ditargetkan seluruh anak di Sumatera Barat, pada Agustus hingga September 2018, bisa terimunisasi MR. Untuk mencapai target itu, Puskesmas diseluruh Sumatera Barat melakukan pendataan anak-anak usia tersebut, serta melakukan imunisasi ke sekolah.

Agar imunisasi berjalan sesuai target yang disasar, Puskesmas harus datang ke sekolah. Mulai dari PAUD, TK ataupun SD dan SMP. Selain itu, orang tua juga diminta untuk membawa anak ke Puskesmas terdekat untuk diimunisasi. “Imunisasi ini untuk mencegah penyebab yang akan terjadi dikemudian hari. Jika tidak diimunisasi, dapat menimbulkan kecacatan dan kelainan. Artinya dengan mempersiapkan imunisasi sejak dini, maka anak di Sumatera Barat telah menyiapkan penerus bangsa yang sehat,” tandasnya.

Sementara di daerah Kabupaten Pesisir Selatan, Dinas Kesehatan setempat menyatakan komitmennya, untuk melaksanakan imunisasi MR. Hal ini dituangkan dalam Surat Edaran Bupati Pesisir Selatan Nomor : 440/969/KES-P2P/VIII/2018.

Dalam surat edaran yang ditandatangi 24 Agustus 2018, Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni menghimbau, Kepala Kementerian Agama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Direktur Rumah Sakit Dr. M. Zein Painan, Kepala Bagian Humas, Kepala Bagian Kesra, Camat Se Kabupaten Pesisir Selatan dan seluruh Kepala Puskesmas se Kabupaten Pesisir Selatan, giat mensosialisasikan Imunisasi MR di 2018.

Bupati menyebut, pelaksanaan imunisasi MR di 2018, agar mempedomani Fatwa MUI Pusat, No.33/2018, tentang Penggunaan Vaksin Measles and Rubella (MR), Vaksin Produk berasal dari Serum Institute Of India (SII). Terkait dengan sertifikasi Halal dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berupa izin edar vaksin. “Kita ikuti Fatwa MUI Pusat, Vaksin Produk berasal dari negara lain, terkait dengan izin edar vaksin kita berpedoman kepada izin edar nomor : PN.01.03.31.313.04.17.1196 yang telah diterbitkan oleh BPOM,” jelasnya.

Hendrajoni berharap, stakeholder terkait mendukung, dan berperan aktif dalam pelaksanaan imunisasi MR 2018. “Besarnya dampak yang ditimbulkan akibat Campak dan Rubella, menjadikan Imunisasi MR sangat penting untuk dilaksanakan, kita berharap kepada stakeholder terkait juga mendukung dan berperan aktif dalam mensukseskan imunisasi MR, sehingga masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan terbebas dari Penyakit Campak dan Rubella,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...