INDEF: Pangsa Pasar Ekspor Indonesia Menyusut

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

158

JAKARTA — Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Ahmad Heri Firdaus menilai, menyusutnya pangsa ekspor Indonesia selama lima tahun terakhir karena diambil oleh negara lain.

“Lima tahun terakhir, pangsa pasar Indonesia menyusut. Mitra kita di luar negeri diambil oleh kompetitor, ekspor tidak bisa memberikan peranan yang tinggi untuk pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Heri pada diskusi “Ekonomi Tumbuh: Temporer atau Berkelanjutan” di Jakarta, Rabu (8/8/2018).

Disebutkan, pangsa ekspor Indonesia terhadap dunia juga semakin menurun. Pada 2013, mencapai lebih dari 1 persen. Tapi pada 2017 berada di kisaran 0,9 persen.

Sementara itu sepanjang 2013-2016 pangsa pasar ekspor Vietnam terhadap dunia naik dari 0,7 persen menjadi 1,4 persen. Hal ini menurut Heru, menunjukkan pangsa pasar Indonesia telah direbut oleh negara kompetitor.

“Artinya, produk kita masih sulit melakukan penetrasi di pasar global,” ujarnya.

Dia menyebutkan, perlahan tapi pasti peranan ekspor terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) kian luntur. Pada 2015, masih berperan 21,16 persen. Namun pada triwulan II 2018 hanya di angka 20,35 persen.

Sebagai perbandingan, kata dia, ekspor Thailand dan Malaysia berkonstribusi lebih dari 70 persen terhadap PDB, dan Vietnam mencapai 93 persen.

Meningkatnya sektor perdagangan 5,24 persen yang diiringi merosotnya pertumbuhan industri mencerminkan bahwa barang-barang yang didagangkan bukan didominasi produk domestik, tapi lebih banyak impor.

Dari pertumbuhan impor meningkat hingga di angka 15,17 persen year on year (yoy), ekspor hanya meningkat 7,7 persen.

“Tingginya impor dan lemahnya ekspor ini berdampak neraca perdagangan triwulan II 2018 defisit US$ 1,02 miliar,” kata Heri.

Dia menyebutkan, kondisi ini untuk pertama kalinya sejak tahun 2014 peranan neraca perdagangan menjadi faktor yang mereduksi pertumbuhan ekonomi di triwulan II 2018, dimana pangsanya 0,52 persen. Padahal pada triwulan I 2018, posisi neraca perdagangan berperan aktif bagi pertumbuhan ekonomi di angka 0,33 persen.

Dirinya mengimbau pemerintah agar melakukan sejumlah langkah untuk meningkatkan ekspor, seperti pengembangan produk unggulan yang berbasis sumber daya lokal.

Selain itu, juga perlu ada peningkatan kualitas produk agar sesuai dengan standar negara tujuan . Karena ini merupakan strategi penting dalam rangka mengembangkan ekspor Indonesia.

“Kami juga mendorong adanya insentif untuk investasi berorientasi ekspor yang bisa menghasilkan devisa,” tandasnya.

Baca Juga
Lihat juga...