Indonesia 10 Besar Negara Pengirim Pasukan Perdamaian

1.306
JAKARTA – Presiden RI, Joko Widodo, mengingatkan kepada personel TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian dunia, Kontingen Garuda, yang hendak bertugas ke Lebanon dan Kongo, untuk selalu mempelajari dan menghormati adat istiadat di wilayah setempat.
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Macmudin, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (31/8), mengatakan, jika Presiden juga mengharapkan, dalam menjalankan misinya, pasukan perdamaian Indonesia dapat menjaga nama baik bangsa, dengan selalu menjaga sikap dan mau berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat, dan pasukan perdamaian dari negara lainnya.
“Jagalah nama baik bangsa Indonesia, patuhi hukum setempat dan selalu ikut prosedur yang berlaku, pahami dan hormati budaya setempat, serta tunjukkan profesionalisme, disiplin, dedikasi, dan loyalitas,” kata Presiden, saat upacara pelepasan 960 personel pasukan perdamaian dunia ‘Kontingen Garuda’ di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI, Sentul, Kabupaten Bogor, Jumat (31/8/2018).
Presiden Joko Widodo memantu personel Kontingen Garuda yang hendak berangkat ke Lebanon dan Kongo, di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI, Sentul, Kabupaten Bogor, Jumat (31/8/2018). -Foto: Ist
Presiden juga menyatakan, jika selama ini pasukan TNI yang dikirimkan untuk melaksanakan misi pemeliharaan perdamaian PBB, tidak hanya diakui karena kemampuannya. Namun, juga dikenal luas karena mampu berbaur dengan masyarakat setempat di wilayah penugasan. Tak jarang, ketika menjalankan misinya di sejumlah wilayah tersebut, para pasukan TNI ini berhasil merebut simpati masyarakat.
“Kita juga patut berbangga, bahwa kiprah Kontingen Garuda di berbagai misi PBB selalu diterima dan dihargai, khususnya oleh masyarakat setempat. Garuda Indonesia selalu dapat berbaur dengan masyarakat sekitar. Menghormati adat dan istiadat masyarakat lokal,” kata Presiden.
Dalam upacara pelepasan Kontingen Garuda, Presiden Joko Widodo didampingi Menkopolhukam Wiranto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.
“Hari ini Indonesia berbangga. Bukan hanya bangga atas prestasi para atlet kita di Asian Games. Bukan hanya bangga atas 30 medali emas yang mereka raih sampai hari ini. Tetapi, Indonesia juga bangga akan melepas Kontingen Garuda untuk misi perdamaian di Republik Demokratik Kongo dan Lebanon,” ujar Presiden.
Lebih jauh, Presiden mengatakan,  bahwa Indonesia memiliki sejarah panjang dalam upaya menjaga perdamaian dunia. Kontingen perdamaian Garuda, di bawah bendera perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), telah mengambil peran, sejak terjadinya pergolakan di Gurun Sinai pada 1957.
Sejak itu, lanjut Presiden, Indonesia telah mengirimkan lebih dari 38.000 pasukan penjaga perdamaian PBB. Indonesia pun kini masuk dalam jajaran 10 besar negara pengirim pasukan perdamaian.
“Dengan keberangkatan hari ini, maka pasukan Indonesia yang bertugas (secara bersamaan) saat ini berjumlah 3.532 personel. Artinya, kita telah mencapai 88,3 persen dari target 4.000 personel yang kita canangkan. Saya instruksikan, agar target 4.000 segera tercapai,” imbuh Presiden.
Sebelumnya, melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2018, pemerintah berupaya untuk turut serta menjaga ketertiban dunia dengan mengirimkan 4.000 pasukan perdamaian hingga 2019 mendatang. Pasukan-pasukan tersebut akan ditempatkan di wilayah penugasan PBB.
“Kontribusi Indonesia tidak terbantahkan. Indonesia memiliki kredensial, rekam jejak, dan sejarah panjang. Sekali lagi, ini adalah kepercayaan terhadap bangsa Indonesia sekaligus amanah yang harus kita pikul dan tunaikan bersama,” tutur Presiden.
Presiden juga menyatakan rasa bangganya kepada para pasukan TNI, karena dalam menjalankan tugasnya menggunakan produk strategis buatan dalam negeri. Hal ini sekaligus menjadi bukti keandalan alutsista buatan Indonesia.
“Ini sekaligus menjadi etalase bagi keandalan produk industri strategis Indonesia,” kata Presiden.
Untuk diketahui, mengutip siaran pers Pusat Penerangan Mabes TNI pada Jumat (31/8/2018), keberangkatan 850 personel satuan tugas batalion gerak cepat ke Kongo dan 120 personel satuan tugas maritim TNI ke Lebanon (10 di antaranya berangkat mendahului), merupakan penugasan berskala besar yang pertama bagi Indonesia.
Partisipasi Indonesia pada misi pemeliharaan perdamaian PBB ini juga menjadi salah satu rekam jejak yang menjadi pertimbangan bagi terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020, yang akan segera dimulai pada 1 Januari 2019.
Presiden Joko Widodo pun turut mendoakan kesuksesan bagi para Kontingen Garuda, dalam menjalankan misinya di Kongo dan Lebanon. Dengan itu, Presiden secara resmi melepas keberangkatan pasukan pemelihara perdamaian kebanggaan Indonesia.
“Semoga kita selalu dalam lindungan Allah Subhanahu wa ta’ala. Selamat bertugas para prajurit Garuda yang perkasa. Selamat bertugas para prajurit kebanggaan Indonesia,” tutup Presiden.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.