Indonesia Incar Posisi Ketiga Lintas Alam Paralayang

157
Ilustrasi Paralayang - Dokumentasi asiangames2018.id

BOGOR – Tim Nasional (Timnas) Indonesia di Cabang Olahraga (Cabor) Paralayang Asian Games 2018, mengincar posisi ketiga pada nomor Lintas Alam (cross country).

“Kita berusaha meraih prestasi di Lintas Alam. Kita optimistis setidaknya menempati posisi tiga besar,” kata Kepala Pelatih timnas Paralayang, Gendon Subandono di arena Paralayang Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/8/2018).

Cabor Paralayang, Sabtu (15/8/2018) memulai pertandingan nomor Lintas Alam. Nomor tersebut merupakan nomor terakhir yang dipertandingkan di Asian Games ke-18. Nomor Lintas Alam memperebutkan dua emas, dua perak dan dua perunggu. Masing-masing di kelas beregu putra dan putri.

Menurut Gendon, Timnas Indonesia tidak memasang target di Lintas Alam, hal itu mempertimbangkan kemampuan para atlet yang belum banyak pengalaman bertanding di nomor tersebut. Lawan terberat di nomor Lintas Alam adalah, Korea, Jepang, Nepal, Malaysia, dan Thailand. Atlet dari negara-negara tersebut, punya pengalaman terbang yang lebih baik. “Kita memang belum pernah bertanding secara head to head,  namun melihat potensinya, optimistis tiga besar diantara Korea dan Jepang,” katanya.

Di Paralayang nomor lintas alam, Indonesia akan menerapkan strategi terbang sebaik mungkin. Atlet diminta memanfaatkan waktu, dan cuaca agar bisa bersaing dengan Korea, Jepang dan Nepal. “Sebetulnya kita tidak ada target di nomor Lintas Alam, tetapi melihat kita sudah dapat dua emas, itu sebagai modal semangat supaya kita bisa meraih medali yang lain,” tambahnya.

Manajer Pertandingan Paralayang, Wahyu Yudha mengatakan, nomor Lintas Alam diikuti 70 atlet dari 15 negara. Di nomor tersebut, setiap atlet harus menyelesaikan tugas yang diberikan panitia. Tugas yang diberikan sifatnya menjelajah di udara. “Setiap atlet harus terbang ke titik-titik yang telah ditentukan panitia,” katanya.

Atlet harus menyelesaikan tugas, dengan jarak terbang yang disesuaikan dengan kondisi cuaca dan angin. Jika kondisi keduanya bagus, pilot dapat terbang sejauh 50 kilometer. “Kalau cuaca dan angin kurang bagus, jaraknya kurang dari 50 kilometer,” katanya.

Nomor Lintas alam terdiri atas lima babak, satu babak bisa selesai satu hari. Tugas atlet mencari thermal dan berusaha agar parasut bisa di udara menjelajah titik-titik yang telah ditentukan. “Semakin cepat menyelesaikan tugas semakin tinggi nilainya,” pungkas Wahyu. (Ant)

Lihat juga...

Isi komentar yuk