Indonesia Membangun dari Pinggiran

Editor: Mahadeva WS

147

MALANG – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dr.Ir.M. Basuki Hadimuljono, MSc mengatakan, saat ini pemerintah tengah fokus membangun Indonesia. Proses pembangunannya dilakukan dari pinggiran.

Upaya yang dilakukan, membangun infrastruktur fisik, dan sosial di wilayah-wilayah perbatasan. “Sebenarnya jika ingin memberikan dampak instan pada angka pertumbuhan ekonomi nasional, maka yang paling efektif adalah membangun infrastruktur di Jawa yang telah menyumbang lebih dari 60 persen pertumbuhan ekonomi nasional. Tapi sekarang yang menjadi prioritas pemerintah justru membangun Indonesia dari pinggiran,” ujar Basuki usai, menghadiri acara Wisuda Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (25/8/2018).

Basuki mengklaim, hingga saat ini pemerintah telah berhasil membangun waduk, jalan, jembatan, pelabuhan dan bandara di wilayah-wilayah terpencil di pinggiran Indonesia. Pemerintah juga menyediakan sambungan listrik, sekolah maupun puskesmas di pelosok-pelosok.

Jika tidak didukung dengan infrastruktur yang memadai, maka pusat-pusat pelayanan tidak dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. “Masyarakat tidak hanya butuh sekolah dan rumah sakit, tetapi masyarakat juga butuh akses fisik untuk menuju tempat tersebut,” tandasnya.

Pembangunan infrastruktur dapat menerangi desa yang selama ini gelap gulita. Memperlancar keluar masuk barang, membuka keterisolasian, bagi masyarakat yang selama ini terasingkan. Pembangunan infrastruktur merupakan bagian dari pondasi yang harus disiapkan, sebagai pijakan untuk membuat lompatan kemajuan. Pembangunan infrastruktur fisik dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) secara besar-besaran, adalah bagian penting dalam menjaga kemajuan yang berkelanjutan.

Upaya yang dilakukan untuk menjamin Indonesia bisa melaju sebagau negara berpenghasilan tinggi. “Gambaran inilah yang kita rumuskan dalam cita-cita membangun Indonesia maju,” jelasnya.

Pemerintah ingin membangun Indonesia maju, baik maju di bidang ekonomi, politik dan sosial budaya sehingga mampu bersaing dengan negara-negara maju lainnya. “Untuk itu infrastruktur yang kita bangun bukan hanya infrastuktur untuk pembangunan ekonomi, tapi infrastuktur yang merata dan berkeadilan,” pungkasnya.

Baca Juga
Sembilan Pulau di Jatim Belum Dapat Listrik PLN JEMBER --- Sebanyak sembilan pulau di Jawa Timur hingga kini belum mendapatkan aliran listrik dari PT PLN (persero), dan sebagian besar berada di seki...
Tol Malang-Pandaan Tuntas Akhir 2018 MALANG – Pengerjaan jalan tol ruas Malang-Pandaan di Jawa Timur, sepanjang 40 kilometer, ditargetkan tuntas pada akhir Desember 2018. Saat ini progres...
20 Dusun di Bangkalan Belum Teraliri Listrik BANGKALAN - Manajer PT PLN Rayon Bangkalan, Umar Arif, mengatakan, 20 dusun di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, hingga kini belum teraliri listrik, se...
Warga Sampang Tutup Akses Jalan ke Waduk Nipah SAMPANG - Warga Sampang, Jawa Timur, menutup akses jalan menuju Waduk Nipah di Desa Montor, sebagai bentuk protes atas kebijakan Balai Besar Wilayah S...
Perjalanan KA Jember Bersubsidi Diberlakukan Tarif... JEMBER  - Perjalanan kereta api bersubsidi di wilayah Daerah Operasi 9 Jember, Jawa Timur, diberlakukan tarif parsial yang diterapkan mulai per 1 Juli...
Banyuwangi Bangun Jalan Alternatif di Lintas Timur BANYUWANGI - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, membangun jalan alternatif di lintas timur, untuk membuka akses kawasan pinggiran dari utara...
Pasca-Banjir, PLN Jatim Pastikan Listrik Banyuwang... SURABAYA  - PLN Distribusi Jawa Timur memastikan aliran listrik di Banyuwangi, Jawa Timur, aman pasca-banjir bandang yang pada Sabtu menerjang empat d...