Indonesia Membangun dari Pinggiran

Editor: Mahadeva WS

185

MALANG – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dr.Ir.M. Basuki Hadimuljono, MSc mengatakan, saat ini pemerintah tengah fokus membangun Indonesia. Proses pembangunannya dilakukan dari pinggiran.

Upaya yang dilakukan, membangun infrastruktur fisik, dan sosial di wilayah-wilayah perbatasan. “Sebenarnya jika ingin memberikan dampak instan pada angka pertumbuhan ekonomi nasional, maka yang paling efektif adalah membangun infrastruktur di Jawa yang telah menyumbang lebih dari 60 persen pertumbuhan ekonomi nasional. Tapi sekarang yang menjadi prioritas pemerintah justru membangun Indonesia dari pinggiran,” ujar Basuki usai, menghadiri acara Wisuda Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (25/8/2018).

Basuki mengklaim, hingga saat ini pemerintah telah berhasil membangun waduk, jalan, jembatan, pelabuhan dan bandara di wilayah-wilayah terpencil di pinggiran Indonesia. Pemerintah juga menyediakan sambungan listrik, sekolah maupun puskesmas di pelosok-pelosok.

Jika tidak didukung dengan infrastruktur yang memadai, maka pusat-pusat pelayanan tidak dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. “Masyarakat tidak hanya butuh sekolah dan rumah sakit, tetapi masyarakat juga butuh akses fisik untuk menuju tempat tersebut,” tandasnya.

Pembangunan infrastruktur dapat menerangi desa yang selama ini gelap gulita. Memperlancar keluar masuk barang, membuka keterisolasian, bagi masyarakat yang selama ini terasingkan. Pembangunan infrastruktur merupakan bagian dari pondasi yang harus disiapkan, sebagai pijakan untuk membuat lompatan kemajuan. Pembangunan infrastruktur fisik dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) secara besar-besaran, adalah bagian penting dalam menjaga kemajuan yang berkelanjutan.

Upaya yang dilakukan untuk menjamin Indonesia bisa melaju sebagau negara berpenghasilan tinggi. “Gambaran inilah yang kita rumuskan dalam cita-cita membangun Indonesia maju,” jelasnya.

Pemerintah ingin membangun Indonesia maju, baik maju di bidang ekonomi, politik dan sosial budaya sehingga mampu bersaing dengan negara-negara maju lainnya. “Untuk itu infrastruktur yang kita bangun bukan hanya infrastuktur untuk pembangunan ekonomi, tapi infrastuktur yang merata dan berkeadilan,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...