Inflasi Dipicu Tarif Sewa Rumah dan Gaji PRT

Editor: Satmoko Budi Santoso

224
Kepala BPS Pusat Suhariyanto saat jumpa pers di Jakarta - Foto Eko Sulestyono

JAKARTA – Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) perkembangan Inflasi Indonesia yang terjadi sepanjang Juli 2018 sebesar 0,28 persen. BPS juga mencatat bahwa perkembangan Inflasi khususnya di sektor perumahan juga mengalami kenaikan, yaitu sebesar 0,16 persen.

Kepala BPS Pusat, Suhariyanto, mengatakan, ada sejumlah sektor kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan, di antaranya kelompok perumahan. “Kenaikan mencapai 0,16 persen, sedangkan andil secara keseluruhan dalam Inflasi ikut menyumbang sebesar 0,04 persen,” jelasnya di Jakarta, Rabu (1/8/2018).

Menurut Suhariyanto, sebenarnya ada sejumlah penyebab yang memicu terjadinya kenaikan kelompok perumahan. Pertama adanya kenaikan harga tarif sewa rumah, termasuk di dalamnya seperti biaya perawatan dan pemeliharaan rumah. Hal tersebut dipengaruhi adanya kenaikan harga bahan bangunan.

Penyebab lainnya, menurut Suhariyanto, juga dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya adalah kenaikan ongkos Pembantu Rumah Tangga (PRT). Suhariyanto menjelaskan, kenaikan sejumlah kebutuhan kelompok pengeluaran ternyata ikut andil atau menyumbang Inflasi sebesar 0,01 persen.

Kelompok perumahan, air, gas dan bahan bakar sepanjang Juli 2018 secara keseluruhan mencapai 0,16 persen atau mengalami kenaikan indeks dari sebelumnya sebelumnya 129,21 (Juni 2018) menjadi 129,42 (Juli 2018).

Seluruh komponen kelompok perumahan cenderung mengalami Inflasi, masing-masing subkelompok biaya tempat tinggal sebesar 0,14 persen, sub kelompok bahan bakar, penerangan dan air sebesar 0,03 persen.

Kemudian juga diikuti subkelompok perlengkapan rumah tangga sebesar 0,34 persen dan subkelompok penyelenggaraan rumah tangga rumah tangga sebesar 0,44 persen.

Secara keseluruhan Inflasi yang terjadi pada kelompok perumahan menduduki peringkat ketiga yang ikut andil menjadi penyumbang terbesar sepanjang Juli 2018. Peringkat pertama adalah kelompok bahan makanan, sedangkan peringkat kedua kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau.

Kemudian disusul peringkat keempat kelompok sandang, peringkat kelima kelompok kesehatan, peringkat keenam kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga, serta kelompok keenam transportasi, komunikasi dan jasa keuangan.

Baca Juga
Lihat juga...