IWAPI Diminta Kembangkan Ivestasi Berbasis Daring

1.438
Ilustrasi -Dok: CDN
CIBINONG – Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, meminta kaum perempuan yang tergabung dalam Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), untuk terus membuka peluang usaha dan melakukan pengembangan investasi produk berbasis teknologi dalam jaringan.
“Ini mengarah kepada peningkatan bentuk usaha, dengan cara memadukan dua hal berbeda yaitu, konvensional dengan modern, agar tercipta satu hubungan baru,” kata Bupati Bogor, Nurhayanti, di Cibinong.
Menurut dia, dalam menyikapi perkembangan dunia bisnis yang berpadu dengan teknologi berbasis dalam jaringan (online) seperti saat ini, merupakan jalan terbaik.
Namun, dengan adanya perkembangan teknologi tentunya tidak membuat IWAPI Kabupaten Bogor cukup puas dengan yang ada, katanya lagi. Tetapi, ujar dia pula, harus menciptakan sebuah teknologi terbaru, agar dapat memberikan kemudahaan dalam melakukan analisa keuangan, pendapatan, kritik maupun saran konsumen.
Dia menyatakan, dengan cara tersebut tentu akan berdampak positif bagi kelangsungan IWAPI dalam mewujudkan Program Pengusaha Sadar Iptek.
“Tapi ini hanya permulaan semata, dan meminta untuk terus melakukan perubahan, agar dapat terwujud kemajuan pada bidang investasi,” katanya lagi.
Ia menambahkan, peranan teknologi memang dirasa cukup penting sebagai penunjang kinerja dan memudahkan dalam melakukan transaksi jual beli. Namun, semua itu harus berjalan seimbang dengan pemerintah daerah, sebagai tolak ukur dari pemberlakuan kebijakan berupa peraturan daerah.
Ketua Umum IWAPI, Nita Yudi, menyatakan program tersebut telah berlangsung di sembilan kota dengan kapasitas minimal peserta 200 orang.
“Kota yang terpilih tersebut, antara lain Padang, Jambi, Lampung, Samarinda, Bogor, Tanjungpinang, Gorontalo, Sorong, dan Papua”, katanya.
Menurutnya, dengan menyebarkan ‘virus-virus’ kewirausahaan ini, sebenarnya bertujuan agar perempuan Indonesia ke depan bisa mandiri secara ekonomi.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.