Jangan Lewatkan Panen Buah Mundu di Taman Buah Mekarsari

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

187

BOGOR — Mundu, salah satu buah yang jarang dikenal oleh masyarakat Indonesia bahkan di Taman Buah Mekarsari. Tanaman yang masuk dalam kategori langka ini menurut data, merupakan asli Indonesia walaupun ditemukan juga di Filipina dan Thailand.

Di Jawa disebut juga rata, baros atau klendeng. Dalam bahasa Sunda dikenal sebagai jawura atau golodogpanto. Di Filipina disebut sebagai biniti atau bagalot, sedangkan di Thailand dikenal sebagai maphut. Dalam bahasa latin (ilmiah), mundu disebut Garcinia dulcis yang bersinonim dengan Garcinia longifolia, dan Xanthochymus javanensis.

Buah Mundu
Supervisor Pengembangan Hasil Penelitian dan Landscape Gardener Taman Buah Mekarsari (TBM) Junaedi. Foto: Ranny Supusepa

Supervisor Pengembangan Hasil Penelitian dan Landscape Gardener Taman Buah Mekarsari (TBM), Junaedi memaparkan, pohon Mundu merupakan pohon yang berbatang pendek dengan tinggi maksimal 13-15 meter.

“Batangnya mempunyai kulit berwarna coklat dan memiliki semacam getah berwarna putih yang akan berubah menjadi coklat pucat saat kering. Mundu ditumbuhi banyak ranting berbentuk hampir persegi empat yang mudah patah dan berbulu halus,” kata Junaedi di Taman Buah Mekarsari, Rabu (8/8/2018).

Sementara buahnya berbentuk bulat dengan ujung atas dan bawah agak meruncing dengan diameter antara 5 hingga 8 cm.

Warnanya hijau muda saat masih mentah dan berubah menjadi kuning cerah ketika masak. Buah mundu memiliki 1-5 biji berukuran 2,5 cm berwarna coklat. Daging buah mundu berwarna kuning dan mengandung banyak air.

“Rasa buahnya ada dua yakni yang rasa manis dicirikan dengan bentuk daun yang lebar dan rasa masam bentuk daun lebih kecil,” papar Junaedi.

Markom TBM, Firman Setiawan yang menemani saat berkunjung menyatakan, buah Mundu itu rasanya enak. Hanya yang perlu diperhatikan adalah getah yang ada pada buahnya.

“Kulitnya memang sedikit susah untuk dikupas dan getahnya bisa menyebabkan iritasi ringan pada bibir. Sehingga sebaiknya pada saat sebelum dimakan, buah Mundu yang sudah dikupas dicuci terlebih dahulu,” ujar Firman.

Buah yang masih satu famili dengan manggis ini memiliki kandungan vitamin C yang tinggi. Di beberapa daerah bahkan diolah menjadi selai.

Buah Mundu
Buah Mundu yang masih muda. Dok: Ranny Supusepa

Untuk melihat tanaman Mundu, Firman mengajak masyarakat untuk datang ke Taman Buah Mekarsari yang saat ini memiliki 20 pohon.

“TBM sudah memiliki pohon Mundu sejak tahun 1995. Hingga saat ini, ada sekitar 20 pohon. Bagi masyarakat yang ingin melihat dapat datang di sekitar bulan Agustus atau September Karena pada saat ini adalah masa berbuah,” ujar Firman.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.